Akses Separuh Bangunan Sekolah Ditutup Warga, SD di Bangkalan Pakai 3 Ruang Kelas

2026-01-13 06:19:02
Akses Separuh Bangunan Sekolah Ditutup Warga, SD di Bangkalan Pakai 3 Ruang Kelas
BANGKALAN, - Separuh bangunan SDN Balung di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ditutup oleh warga sekitar, Rabu .Akibatnya, proses belajar mengajar harus dilakukan secara bergantian menggunakan ruang kelas yang tersisa.Kepala SDN Balung, Supriyanto mengatakan, pasca adanya penutupan itu pihaknya memberlakukan belajar dengan dua gelombang."Untuk siswa kelas satu, dua, tiga masuk jam 07.00 WIB sampai 09.00 WIB. Setelah itu, jam 09.15 WIB sampai jam 12.00 WIB siswa kelas empat, lima, enam masuk," kata Supriyanto, Rabu.Baca juga: Tempati Lahan Warga, Pintu Masuk SDN di Bangkalan DitutupPemberlakuan dua gelombang belajar itu dilakukan buntut bangunan tiga ruang kelas lain berdiri di atas lahan pribadi warga. Akibatnya, warga menggugat pemerintah dan menolak lahannya ditempati."Karena memang ada permintaan ke sekolah untuk mengosongkan ruang kelas itu (sisi timur). Jadi, yang bisa kami pakai tiga kelas saja (sisi barat)," ujarnya. / Yulian Isna Sri Astuti Akses pintu masuk SDN Balung ditutupSupriyanto mengaku, tidak mau ikut campur adanya permasalahan lahan tersebut. Pihaknya hanya ingin memastikan kegiatan belajar mengajar tak terganggu."Kami akan ada dalam yurisdiksi kami. Karena kami disini sebagai pengajar. Saya kepala sekolah memiliki kewajiban melindungi anak didik dan guru agar tetap bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar," katanya.Baca juga: Ada Ulat pada Menu MBG di Bangkalan, SPPG Akui LalaiSebelumnya, pemilik lahan, yakni Mansyur menutup akses masuk ke dalam sekolah menggunakan seng berukuran besar.Meski begitu, dia masih menyisakan jalan selebar satu meter agar siswa dan guru bisa tetap belajar di sekolah menggunakan tiga ruang kelas di sisi barat."Sesuai SHM yang kami miliki, lahan kami seluas 1.140 meter dan yang digunakan untuk bangunan sekolah ini sekitar 400 sampai 500 meter," ujar Mansyur.Adanya perbedaan lahan di bangunan sekolah itu disebabkan waktu pendirian bangunan yang berbeda. Semula, tiga ruang kelas di sisi barat dibangun lebih awal.Kemudian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan membangun ruang kelas tambahan di atas lahan milik Mansyur di sisi timur.Akibatnya, Mansyur menuntut agar Pemkab Bangkalan melakukan pembayaran ganti rugi atas lahan miliknya yang digunakan untuk mendirikan bangunan ruang kelas tambahan tersebut."Kami akan menutup sementara sampai mediasi menemukan titik temu. Jika nantinya masih tidak ada kejelasan, kami akan tutup permanen dan akan kami gunakan sebagai gudang pertanian," kata Mansyur.Baca juga: Posko Bangkalan Berbagi Segera Kirim Seragam Sekolah, Baju Baru hingga Sembako untuk Bencana Aceh


(prf/ega)