Waspadai, 6 Kebiasaan Toxic Mertua yang Diam-diam Merusak Rumah Tangga

2026-01-15 08:56:02
Waspadai, 6 Kebiasaan Toxic Mertua yang Diam-diam Merusak Rumah Tangga
- Hubungan antara mertua dan menantu sering kali menjadi dinamika yang paling menantang dalam keluarga. Psikolog dan pakar hubungan keluarga Dr. Tracy Dalgleish menjelaskan, banyak kebiasaan toxic mertua sebenarnya tidak selalu dilandasi niat buruk. “Kesalahan-kesalahan ini sering kali tidak langsung terlihat, tetapi dalam banyak kasus menciptakan dinamika segitiga yang berdampak negatif pada hubungan antara mertua, menantu, dan anak dewasa,” ujar Dr. Dalgleish, dikutip dari Parade, Kamis .Baca juga: 8 Pola Komunikasi Toxic yang Merusak Hubungan dan Cara MengatasinyaNamun, jika dibiarkan, perilaku tersebut dapat memicu konflik, rasa tidak aman, hingga keretakan hubungan dalam keluarga inti.Berikut enam kebiasaan toxic mertua yang perlu dihentikan agar hubungan keluarga tetap sehat dan harmonis.Salah satu kebiasaan toxic mertua yang paling sering terjadi adalah memandang menantu sebagai pihak luar dalam keluarga. Bentuknya bisa berupa tidak mengundang menantu ke acara keluarga, mengabaikan pendapatnya, atau membuatnya merasa tidak sepenuhnya diterima.“Meski menantu bukan anak kandung, ia adalah sosok penting bagi anak dewasa kamu,” kata Dalgleish. Ia menegaskan, menantu perlu disambut sebagai bagian dari keluarga, termasuk diberi ruang untuk ikut dalam tradisi keluarga sekaligus membangun tradisi baru.Menurutnya, kebiasaan toxic mertua yang mengecualikan menantu justru akan memaksa anak untuk memilih antara pasangan atau orangtua, dan pada akhirnya berpotensi menciptakan jarak emosional.Membandingkan keluarga sendiri dengan keluarga menantu juga termasuk kebiasaan toxic mertua yang sering tidak disadari. Baca juga: Kenali 9 Ciri Ayah Toxic yang Bisa Sebabkan Luka Batin sejak KecilKomentar seperti membandingkan cara pengasuhan, tradisi, atau intensitas kebersamaan bisa melukai perasaan menantu.“Lepaskan kebiasaan membandingkan, dan fokuslah membangun hubungan yang ingin kamu miliki dengan anak dan menantu,” ucap DalgleishKebiasaan toxic mertua ini kerap menimbulkan rasa tidak pernah cukup baik di pihak menantu dan memperbesar potensi konflik dalam rumah tangga.Ketika pasangan menetapkan batasan, tidak jarang mertua langsung menyalahkan menantu. Menurut Dalgleish, ini adalah bentuk kebiasaan toxic mertua yang sangat merusak.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-15 23:00