Kemenag Sampaikan Belasungkawa atas Ambruknya Asrama Putri Ponpes di Situbondo

2026-01-11 22:27:50
Kemenag Sampaikan Belasungkawa atas Ambruknya Asrama Putri Ponpes di Situbondo
JAKARTA, - Kementerian Agama menyampaikan belasungkawa atas peristiwa ambruknya bangunan Asrama Putri Pondok Pesantren Salafiah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jailani di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu ."Tentu saja kami dari Kementerian Agama menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa ini," ucap Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama (Kemenag) Thobib Al Asyhar saat ditemui di Hotel Alia, Jakarta Pusat, Rabu .Thobib mengatakan, Kemenag akan segera menyikapi peristiwa itu dengan memberikan dukungan kepada ponpes tersebut.Baca juga: Bupati Situbondo: Pesantren Ambruk Murni karena Faktor Alam, Pemkab Beri Bantuan"Teman-teman di Kanwil dan di Kemenag Kabupaten untuk melihat secara langsung terhadap peristiwa itu. Mudah-mudahan nanti kalau sudah ada updatenya, kami sampaikan," ucapnya.Thobib menyampaikan permintaan maaf belum bisa memberikan informasi yang cukup karena peristiwa tersebut masih didalami."Saya mohon maaf, saya belum bisa memberikan komentar yang lebih jelas," kata dia.Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan, ambruknya Pondok Pesantren Salafiah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani, Situbondo, terjadi murni karena faktor alam."Ambruk karena angin dan hujan, jadi dua lantai di bawahnya lorong. Lantai yang atapnya ambruk di bawahnya lorong," ungkap dia dalam percakapan dengan Kompas.com, Rabu sore .Selanjutnya, karena insiden ini terjadi akibat faktor alam, maka Pemkab akan menghitung biaya perbaikan pesantren tersebut dengan menggunakan dana belanja tak terduga (BTT).Baca juga: Bangunan Asrama Putri Ponpes yang Ambruk di Situbondo Berusia 2 Tahun 4 Bulan"Harus dihitung (besarannya). Ini sedang proses. Di kisaran Rp 25-30 juta, tapi masih dihitung ya," kata Bupati.Sementara itu, terkait korban dan korban jiwa, Bupati mengaku sudah menerima laporan dari pihak rumah sakit, bahwa semua korban sudah tertangani."Tapi pagi saya dapat kabar dari direktur rumah sakit, semua ditangani," tegas dia.Bupati mengatakan, untuk korban tewas diberikan santunan sebesar Rp 5 juta. Sementara, untuk korban yang dirawat, semua biaya perawatannya ditanggung oleh Pemkab Situbondo."Kita biayai semuanya pake program Brantas Plus," sebut dia.


(prf/ega)