Menperin: Kasus Radioaktif di Cikande Tak Ganggu Industri Manufaktur

2026-01-14 16:45:10
Menperin: Kasus Radioaktif di Cikande Tak Ganggu Industri Manufaktur
JAKARTA, - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai insiden paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) yang sempat terjadi di kawasan industri Cikande, Serang, Banten, tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja industri manufaktur secara nasional.Sekalipun ada 24 perusahaan di Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate (MCIE), Banten, dinyatakan terpapar, hal tersebut tidak lantas menekan pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia secara keseluruhan. Menurutnya, angka tersebut tidak serta-merta mewakili kondisi keseluruhan industri manufaktur nasional. Baca juga: 24 Perusahaan di Cikande Terpapar Radioaktif Cs-137, Termasuk Pabrik Sepatu dan MakananANTARA/HO-KLH Penyegelan kawasan mengandung radioaktif cesium-137 oleh Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup di sebuah pabrik di Cikande, Kabupaten Serang, Kamis . Kemenkes jelaskan efek paparan radioaktif Cs-137 di Cikande, dari gejala mual, muntah, hingga risiko jangka panjang bagi kesehatan manusia.Sebagian perusahaan yang sempat dikaitkan dengan temuan radiasi kini kembali beroperasi, setelah mendapat surat keterangan resmi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang menyatakan aktivitas industri di lokasi tersebut aman.“Jadi jumlah 24 perusahaan boleh kita lihat itu secara relatif, tapi 24 perusahaan yang dianggap, saya tidak mengatakan masih, saya sampaikan tadi surat dari Bapeten sudah beroperasi, tapi kalau dianggap itu dianggap pernah menghadapi permasalahan radiasi, itu angka 24 silahkan teman-teman mengambil kesimpulan sendiri,” ujar Agus usai pembukaan pameran IPCS di Pusdiklat Industri Kemenperin, Jakarta Selatan, Rabu . Bila melihat data pertumbuhan industri, dampak dari kasus tersebut sangat kecil, bahkan nyaris tidak terlihat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal III-2025, sektor manufaktur tumbuh 5,58 persen, hanya turun tipis dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencatat pertumbuhan 5,6 persen. Baca juga: Kemenperin Bongkar Dugaan Asal Scarp Pemicu Radiasi Cs-137 di Cikande


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-14 14:40