Dua Guru Luwu Utara yang Dipecat Akan Diajak Bertemu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco

2026-01-17 04:39:56
Dua Guru Luwu Utara yang Dipecat Akan Diajak Bertemu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco
MAKASSAR, – Komisi E DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) berencana membawa dua guru asal Luwu Utara, Rasnal dan Abd Muis, untuk bertemu langsung dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.Langkah itu diambil setelah keduanya dipecat buntut kasus sumbangan orangtua siswa Rp 20.000 untuk membantu guru honorer, yang sempat menyeret mereka ke meja hijau.Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, mengatakan pihaknya akan memfasilitasi pertemuan dengan Dasco agar kedua guru tersebut bisa mendapatkan keadilan atas kasus yang dinilai sarat kejanggalan.“Saya akan mengantar langsung ke Wakil DPR RI kami, siapa tahu dua bapak ini mendapatkan keadilan. Kami menilai ini tidak adil, ada zalim. Mestinya tidak langsung dipecat,” ujar Tenri usai mendengar curhatan kedua guru, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan A P Pettarani, Kota Makassar, Rabu .Baca juga: Dukungan Terus Mengalir ke Dua Guru yang Dipecat karena Bantu Honorer, Kini dari Ketua PGRI se-Luwu RayaTenri yang berasal dari Fraksi Partai Gerindra juga menegaskan, Komisi E DPRD Sulsel siap menempuh langkah hukum berupa peninjauan kembali (PK) terhadap kasus tersebut.“Kami akan memfasilitasi dan membantu bagaimana (Rasnal dan Abd Muis) mendapatkan keadilan,” katanya.Wakil Ketua DPRD Sulsel, Fauzi Andi Wawo, menyatakan pihaknya akan mengawal penuh pemulihan nama baik dan hak kedua guru tersebut.“Kami akan berbuat semaksimal mungkin untuk merehabilitasi dan mengembalikan hak-hak kedua guru kita ini, supaya apa yang sudah dialami ini cepat diputihkan,” ujar Fauzi.Politikus PKB itu menilai banyak kejanggalan dalam proses hukum yang menjerat Rasnal dan Abd Muis.“Kasusnya ini sangat janggal. Sepertinya memang keputusan yang terjadi ini sarat intervensi. Kalau teman-teman bilang, ini ada konspirasi, ada kriminalisasi,” katanya.Baca juga: Dua Guru yang Dipecat karena Sumbangan Rp 20.000 Mengadu ke DPRD Sulsel: Ini Luar Biasa Zalim!DPRD Sulsel pun meminta Inspektorat Provinsi turun langsung melakukan audit investigasi terhadap penanganan kasus tersebut. “Kami memerintahkan Inspektorat Provinsi untuk melakukan audit investigasi, melihat ada apa sebenarnya sampai kasus seperti ini bisa terjadi,” ujarnya.Kasus ini mendapat perhatian luas dari para guru dan PGRI Luwu Utara. Pada Selasa , organisasi tersebut menggelar aksi solidaritas di halaman DPRD Luwu Utara sebagai bentuk pembelaan terhadap Rasnal dan Abd Muis.“Kasus ini menjadi alarm bagi seluruh tenaga pendidik di Indonesia. Kami meminta pemerintah segera menyusun regulasi yang memberikan perlindungan hukum bagi guru,” ujar Ketua PGRI Luwu Utara, Ismaruddin.Baca juga: Pemecatan Guru Abdul Muis dan Rasnal Disebut Tak Adil, RDP Bahas Batas Sumbangan SukarelaPGRI juga mengajukan permohonan grasi kepada Presiden Prabowo Subianto melalui surat resmi bernomor 099/Permhn/PK-LU/2025-2030/2025, yang ditembuskan ke DPR RI, Gubernur Sulsel, dan Pengurus Besar PGRI.“Kami berharap langkah ini membuka ruang dialog dan pertimbangan kemanusiaan. Mereka telah puluhan tahun mengabdi dan layak mendapat kesempatan memperbaiki diri,” kata Ismaruddin.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-17 02:29