Suasana siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 2 Surabaya saat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama, Rabu ."Tapi pertanyaannya bukan seperti itu, pertanyaannya adalah kalau dua data itu kosong kemudian ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Misalnya produksinya minimal berapa setiap harinya, setiap hari memproduksinya tidak pernah sama, ternyata anak-anak kita mungkin tidak terbiasa mengkaitkan data yang tertera di tabel dengan syarat dan ketentuan yang berlaku secara pointer naratif," ucapnya."Jadi mengkaitkan antara data dengan ketentuan, ketentuannya itu berupa kalimat-kalimat sederhana ini cukup banyak yang missing. Jadi dari beberapa syarat tuh tampaknya yang dibaca mungkin hanya syarat reratanya saja tapi tidak melihat bahwa hariannya harus seperti apa, variasi setiap harinya bagaimana," lanjut Rahmawati.Kendati demikian, Rahmawati menegaskan, TKA ini juga merilis hasil analisis persentase jawaban mana saja yang dijawab dengan benar atau salah oleh siswa.Baca juga: Berbahasa Indonesia Tiap Hari, Rerata Nilai TKA Bahasa Indonesia SMA Masih CukupSehingga hasil TKA bisa dijadikan bahan evaluasi oleh sekolah untuk meningkatkan kompetensi pembelajaran siswa."Nah alhamdulillahnya di TKA ini kami akan mengeluarkan analisis persentase yang menjawab benar per setiap indikator kompetensi," pungkas Rahmawati.

2026-01-12 07:21:56
Suasana siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 2 Surabaya saat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama, Rabu .



(prf/ega)