Hasil Riset KIC: Biaya E-commerce Kini Dianggap Investasi dan Terbukti Bisa Tingkatkan Penjualan

2026-02-02 04:23:55
Hasil Riset KIC: Biaya E-commerce Kini Dianggap Investasi dan Terbukti Bisa Tingkatkan Penjualan
- Tingkat pemahaman dan adaptasi para penjual (seller) terhadap mekanisme biaya di platform e-commerce terus bertumbuh.Komponen biaya tambahan yang pada awalnya dinilai memberatkan kini mulai diperlakukan sebagai investasi untuk mendukung promosi, pengelolaan toko, dan peningkatan penjualan produk.Hal tersebut terungkap dalam Riset Katadata Insight Center (KIC) bertajuk "Biaya Tambahan dan Strategi Penjualan: Membaca Suara Seller E-Commerce".Hasil riset menyebutkan bahwa sejumlah seller memandang biaya administrasi dan komponen biaya lain sebagai bagian dari investasi yang berpotensi meningkatkan penjualan dan mendorong pertumbuhan bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).Adapun riset tersebut menggunakan mixed-method pada Kamis hingga Kamis .Baca juga: Pemerintah Apresiasi Shopee Perkuat UMKM lewat Kampus UMKM Online dan Pengutamaan Produk Lokal Pada tahap awal, tim riset melakukan survei kuantitatif secara online terhadap 602 seller kategori UMKM yang telah aktif berjualan minimal satu tahun. Selanjutnya, peneliti melakukan wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap responden.Temuan KIC menunjukkan bahwa seller memiliki pemahaman yang baik tentang struktur biaya di platform. Adapun komponen biaya e-commerce yang paling banyak diketahui penjual adalah admin fee atau komisi (41,5 persen).Selanjutnya, diikuti payment fee (34,2 persen), biaya ongkos kirim subsidi (29,1 persen), diskon atau promo (13,8 persen), biaya operasional tambahan (9,3 persen), biaya iklan atau ads (7,3 persen), dan biaya kampanye (1,3 persen).Baca juga: Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Catat 85 Juta Views dan Dapat Sambutan Positif dari PublikSurvei tersebut menghasilkan berbagai insight menarik terkait komponen biaya tambahan. Pertama, sebagian besar seller memandang komponen biaya masuk dalam perhitungan strategi mereka untuk meningkatkan penjualan dengan skor rata-rata 8,39 dari skala 1–10.Tingginya skor ini menandakan bahwa mayoritas seller mengalokasikan biaya platform sebagai bagian terencana dari strategi bisnis mereka.Baca juga: Chemistry Kompak Hearts2Hearts di Iklan Shopee 11.11 Big Sale Bikin Penonton MelelehKedua, sebagian penjual lain memandang biaya tambahan sebagai investasi (skor rata-rata 8,45) yang berkontribusi pada peningkatan penjualan dan paparan (exposure) produk. Responden lain menyebut komponen ini juga berkontribusi dari segi hasil (8,31) dan kontribusi (8,56).Temuan tersebut memperkuat kesimpulan bahwa mayoritas penjual telah merasakan hasil dan kontribusi nyata dari biaya yang mereka keluarkan terhadap performa bisnis.Dok. KIC. Mayoritas penjual menilai biaya di e-commerce sebanding dengan manfaatnya. Dari sisi manfaat, mayoritas responden (91,2 persen) menilai komponen biaya tersebut sebanding dengan hasil yang didapat. Manfaat ini dirasakan penjual terutama dalam hal visibilitas, peningkatan traffic pembeli, dan dukungan fitur promosi yang ditawarkan."Sebagian besar seller menilai bahwa biaya yang dikeluarkan untuk berjualan di e-commerce sebanding dengan manfaat yang mereka peroleh," tutur Direktur Eksekutif Katadata Insight Center Fakhridho Susilo.Masih dari survei yang sama, alokasi biaya terbanyak yang dialokasikan seller adalah program diskon atau promo (16,7 persen) dari ragam komponen biaya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-02 04:11