Harga Perak Dunia Melemah Hari Ini, ke Level 57,28 Dollar AS per Troy Ons

2026-01-17 03:59:04
Harga Perak Dunia Melemah Hari Ini, ke Level 57,28 Dollar AS per Troy Ons
JAKARTA, - Harga perak dunia kembali melemah pada perdagangan Senin waktu Amerika Serikat (AS) atau Selasa waktu Indonesia.Berdasarkan data Kitco pukul 10.45 WIB, harga perak tercatat di level 57,28 dollar AS per troy ons (ounce) untuk posisi bid dan 57,40 dollar AS untuk ask. Perak melemah 1,11 persen dibanding perdagangan sebelumnya.Pelemahan harga juga terlihat pada berbagai satuan lainnya. Harga perak per gram turun menjadi 1,84 dollar AS, melemah 0,02 dollar AS. Untuk satuan kilogram, harga terkoreksi ke 1.841,62 dollar AS, anjlok 20,64 dollar AS.Baca juga: Harga Perak Cetak Rekor Baru, Analis Nilai Potensi Kenaikan Belum SelesaiSementara harga per pennyweight berada di 2,86 dollar AS, turun 0,03 dollar AS, dan satuan tola melemah ke 21,48 dollar AS. Penurunan juga terjadi pada satuan tael, yang kini berada di 69,61 dollar AS, atau turun 0,78 dollar AS.Harga perak sebelumnya mencetak rekor baru dan para analis menilai tren penguatannya belum selesai. Harga naik di tengah pasokan yang makin ketat dan permintaan yang melonjak, terutama dari India serta sektor industri.Pergerakan ini sejalan dengan reli emas yang sempat melampaui 4.000 dollar AS per ons atau sekitar Rp 66,5 juta per ons. Pada pertengahan Oktober, harga perak menyentuh 54,47 dollar AS per troy ons atau sekitar Rp 907.000. Angkanya naik 71 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.Baca juga: Blusukan Purbaya di Tanjung Perak, Terkuak Dugaan Underinvoicing, Barang Impor Berharga Tak WajarHarga sempat terkoreksi, lalu kembali naik akibat pasokan yang menipis.“Beberapa orang terpaksa mengangkut perak dengan pesawat daripada kapal kargo untuk memenuhi permintaan pengiriman,” ujar Paul Syms, Kepala Pendapatan Tetap ETF EMEA dan manajemen produk komoditas di Invesco, dilansir CNBC, Minggu .“Dalam jangka panjang, ada dinamika berbeda kali ini yang dapat mempertahankan harga perak pada level yang cukup tinggi dan mungkin terus naik untuk beberapa waktu mendatang,” sambungnya.Ini menjadi kali ketiga perak menyentuh level rekor dalam 50 tahun. Lonjakan pertama terjadi pada 1980 saat Hunt bersaudara menguasai sepertiga pasokan dunia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-17 03:55