Refleksi Natal: Damai di Hati dan Damai Tanah Airku

2026-01-14 13:22:58
Refleksi Natal: Damai di Hati dan Damai Tanah Airku
DARI salah satu sudut jendela hotel di Yerusalem, kota yang secara paradoks disebut sebagai "Kota Suci tiga agama samawi", tapi hari ini dibalut oleh kawat berduri dan dihinggapi kecemasan yang tak berkesudahan, saya merasa perlu untuk menulis refleksi penting di hari Natal kali ini.Udara dingin yang menusuk tulang di tanah para nabi ini seolah membawa pesan penting yang harus saya sampaikan kepada Tanah Air yang saya cintai.Di sini, sepanjang pengamatan saya, Natal sudah bukan lagi sekadar ornamen lampu warna-warni atau diskon-diskon di berbagai pusat perbelanjaan.Di sini, Natal sudah bertransformasi menjadi penantian yang sangat panjang atas ujung waktu kapan berakhirnya deru mesin perang.Sebagai seorang pengamat sosial-politik aktif tanah air, yang kebetulan kali ini mengamati dari jarak jauh, berada di episentrum konflik Palestina dan Israel memberikan perspektif yang berbeda tentang apa arti "damai" yang sesungguhnya.Kita tentu sepakat bahwa dunia hari ini sedang tidak baik-baik saja. Dunia sedang “gelagapan dan grogi” karena demam geopolitik yang kian tak pasti kapan akan sembuhnya.Jika kita melayangkan pandangan lebih jauh dari tembok-tembok Yerusalem, kita akan melihat Sudan yang terkoyak oleh ambisi dua kubu militer yang berseteru sejak beberapa tahun lalu, menyisakan jutaan orang dalam kelaparan dan ketidakpastian.Di hamparan Eropa Timur, perang antara Rusia dan Ukraina juga tak menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir dengan cara yang baik.Baca juga: Natal di Tengah Dunia yang RapuhPerang Rusia-Ukraina telah mengubah ladang gandum menjadi ladang ranjau, lalu ikut mengguncang ketahanan pangan serta energi global.Bahkan di kawasan yang lebih dekat dengan tanah air kita, ketegangan historis antara Thailand dan Kamboja, hingga rivalitas raksasa antara Amerika Serikat dan China di Indo-Pasifik yang terus mendorong terciptanya bipolaritas baru, semuanya menggambarkan betapa rapuhnya tatanan dunia yang kita tinggali.Geopolitik pelan-pelan berubah menjadi permainan catur yang penuh dengan pengorbanan, di mana manusia seringkali hanya dianggap sebagai angka-angka dalam data statistik.Namun, di tengah hiruk-pikuk api yang menyala di berbagai belahan dunia tersebut, pikiran saya terbang kembali ke tanah air, Indonesia.Harus diakui, Indonesia saat ini sedang bergulat dengan beban yang tidak sedikit di satu sisi dan tak mudah di sisi lain.Masalah ekonomi yang menghimpit masyarakat kebanyakan, fluktuasi harga kebutuhan pokok yang terus membebani dapur keluarga, hingga rentetan bencana alam yang silih berganti menghantam dari satu pulau ke pulau lain, menjadi realitas yang pahit untuk dicerna.Dengan kata lain, kita merayakan Natal tahun ini di bawah bayang-bayang kesulitan yang secara pelan-pelan berubah menjadi beban nyata.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-14 12:15