JAKARTA, – Pembangunan pabrik pengolahan kelapa oleh perusahaan asal China dinilai berpotensi meningkatkan harga kelapa di tingkat petani dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja Indonesia.Salah satu investor utama proyek ini ialah Zhejiang FreeNow Food, produsen kelapa dan produk turunannya terbesar di China. Nilai investasinya sebesar 100 juta dollar AS.Menteri Investasi dan Hilirisasi merangkap Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyebut kelapa Indonesia sebelumnya diekspor ke China sehingga harga jual di tingkat petani rendah akibat tingginya biaya logistik.Setelah perusahaan asal China itu memutuskan membangun pabrik di Indonesia, pengiriman kelapa ke luar negeri tidak lagi diperlukan. Harga kelapa di tingkat petani berpeluang naik.“Ekspor ke China kan mereka ngitung biaya logistik. Jadi harga jual petaninya rendah, kurang baik lah. Setelah kita yakinkan, mereka mau investasi di sini sehingga harga jual kelapanya para petaninya bisa menjadi lebih tinggi,” ujarnya setelah menghadiri Kompas100 CEO Forum di ICE BSD, Rabu .Baca juga: Petani Pilih Jual ke Eksportir, Pabrik Kelapa Lokal Kian TerdesakRosan menjelaskan proyek pengolahan kelapa ini akan dibangun melalui tiga fase. Fase pertama ditargetkan selesai tahun ini.Salah satu proyek yang berjalan diperkirakan menyerap 500 juta butir kelapa per tahun untuk diolah menjadi produk turunan.Rosan menambahkan pabrik hilirisasi kelapa ini akan menyerap hingga 10.000 tenaga kerja Indonesia secara bertahap.“Satu fase itu 5.000 orang. Tiga fase ini kelar, tahun depan 10.000 orang. Walaupun investasinya hanya 100 juta dollar AS,” kata Rosan.Ia menyambut investasi hilirisasi komoditas perkebunan tersebut karena meski nilai investasinya lebih kecil dibanding hilirisasi mineral yang bisa mencapai 1 sampai 3 miliar dollar AS, dampaknya tetap signifikan pada penyerapan tenaga kerja.“Memang kalau dilihat angkanya mineral masih banyak. Tapi penyerapan kerjanya ini peningkatannya dari yang non-mineral, dari perkebunan, pertanian, dan kelautan itu yang lebih besar,” tuturnya.Rosan sebelumnya menyampaikan terdapat dua perusahaan yang mulai membangun pabrik pengolahan kelapa di Indonesia.Baca juga: Investor China Tertarik KEK Industropolis Batang, Fokus Energi Baru dan EVSalah satu investor utama ialah Zhejiang FreeNow Food Co., Ltd yang memiliki enam pabrik di China. Investor lainnya merupakan konsorsium perusahaan China dan Indonesia.“Kelapa itu investasinya itu hanya 100 juta dollar AS yang sudah berjalan nih ya, ada dua (investora),” kata Rosan usai konferensi pers Realisasi Investasi kuartal III-2025 di Jakarta, Jumat.Pembangunan pabrik ini sudah memasuki tahap pertama dan akan berlanjut sampai tiga tahap investasi. Setiap tahap diproyeksikan bernilai 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,6 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.300.Rosan menyebut pabrik ini akan memanfaatkan 100 persen bagian dari kelapa sehingga nilai tambah yang dihasilkan cukup besar.
(prf/ega)
Investasi Pabrik Pengolahan Kelapa dari China Berpotensi Naikkan Harga Kelapa di Tingkat Petani
2026-01-12 04:10:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:49
| 2026-01-12 04:48
| 2026-01-12 03:41
| 2026-01-12 03:35
| 2026-01-12 03:13










































