- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengirimkan tiga unit arsinum, alat untuk mengolah air menjadi air bersih dan air layak minum ke pengungsian para korban bencana alam di Sumatera.Dua unit dioperasikan di Kabupaten Aceh Tamiang dan satu unit lainnya ditempatkan di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.Kepala BRIN, Arif Satria terjun langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Minggu untuk memastikan alat tersebut berfungsi optimal."Air banjir yang bisa diubah menjadi air minum dan kemarin sudah berfungsi. Saya langsung minum airnya dan masyarakat senang sekali. Pak Sekda, pemerintah daerah senang sekali. ," tutur Arif saat temu media di kantor BRIN, Jakarta Pusat, Senin .Baca juga: Menag Pastikan Mahasiswa PTKIN Terdampak Banjir Sumatera Tidak Putus KuliahArif menuturkan, kapasitas air layak minum yang dapat dihasilkan arsinum per hari mencapai 10.000 liter.Sementara air bersih yang dihasilkan sekitar 20.000 sampai 30.000 liter per hari. Arsinum berbentuk alat yang dipasang pada mobil bak terbuka sehingga sistemnya mobilisasi atau bisa berpindah ke mana pun.Namun, kata Arif, mereka mendapat masukan dari banyak pihak bahwa masih ada area terdampak banjir yang medannya sulit ditembus oleh mobil arsinum."Sekarang kita desain ulang. Arsinum supaya bisa diangkut menggunakan helikopter misalnya. Supaya cepat kalau kondisi-kondisi darurat," ungkap Arif.Baca juga: UGM Olah Kayu yang Hanyut buat Rumah Korban Banjir Aceh-SumateraANTARA/Suhendra BANJIR ACEH TAMIANG: Foto udara dampak kerusakan pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Selasa .Hal senada juga sebelumnya disampaikan oleh Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono."Kita akan membuat yang lebih kompak, lebih kecil, sehingga itu bisa ditaruh di tiap-tiap kabupaten, tiap-tiap kecamatan. Kalau sekarang kan besar dan butuh mobil. Nanti kalau alatnya kecil, ini bisa kita kirim, masyarakat bisa menggunakan langsung," ujar Agus ditemui di BRIN, Kamis .Selain itu BRIN juga mengirimkan drone ground penetration radar, drone yang bisa mendeteksi sampai kedalaman 100 meter.Baca juga: Hasil TKA 2025 Diumumkan, Siswa SMA-SMK Lihat di Mana? Drone ini berfungsi untuk mengetahui kedalaman lumpur pascabanjir dan juga jika terdapat jenazah yang tertimbun di bawahnya bisa terdeteksi.
(prf/ega)
BRIN Kirim Arsinum ke Pengungsian Bencana Sumatera, Bisa Olah Air Banjir Jadi Air Minum
2026-01-11 23:08:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:35
| 2026-01-11 23:16
| 2026-01-11 23:11
| 2026-01-11 22:33










































