Berawal dari Ekstrakurikuler Petanque Antar Anjani Ikut SEA Games 2025 di Thailand

2026-01-12 04:21:55
Berawal dari Ekstrakurikuler Petanque Antar Anjani Ikut SEA Games 2025 di Thailand
PASURUAN, - Senin pagi, Anjani Dwi Aprilia (22), salah satu atlet asal Kota Pasuruan yang dikirim ke SEA Games 2025 untuk cabang olahraga petanque bertolak dari Bandara Juanda Surabaya ke Thailand.Petanque termasuk olahraga kurang populer karena tidak banyak dikenal khalayak. Tetapi bagi Anjani, petanque adalah sarana menyalurkan bakatnya hingga mengantarkan dia ke luar negeri untuk berprestasi.Anjani, anak kedua pasangan Sunadi dan Sulistiowati, warga Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, bercerita dirinya mengenal olahraga petanque.Dia mengenalnya ketika hendak lulus dari SMPN 6 Pasuruan. Kemudian, Anjani mencari sekolah yang ada ekstrakurikuler petanque.Baca juga: Mengenal Petanque, Olahraga dari Perancis yang Digemari Warga Salatiga"Saya tidak tahu petanque itu apa karena sejak SD saya aktif di tenis meja, lalu SMP di atletik dan tolak peluru.""Karena penasaran, saya mencoba ikut, tapi sebentar. Ketika masuk SMK, saya cari sekolah yang ada ekskul petanque, saya ikut dan menekuninya," terang Anjani kepada Kompas.com melalui telepon seluler, Senin .Bak gayung bersambut, dengan dorongan orang tua hobi olahraga petanque ditekuni dengan mengikuti sejumlah kejuaraan. Kejuaraan pertama kali yang diikuti yakni Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2019."Setelah Porprov itu saya makin yakin petanque adalah cabor yang mengantar saya untuk mengikuti turnamen di jenjang yang lebih tinggi," katanya.Setelah mengikuti Porprov Jatim 2019, Anjani yang kini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu terus mencapai prestasi.Dia sudah tampil dalam berbagai event nasional hingga internasional dan menyabet gelar juara.Baca juga: Begini Cerita Mahasiswi Unej yang Jadi Atlet Olahraga PetanqueBeberapa kejuaraan yang pernah dia ikuti antara lain, Kejurnas Banten, babak kualifikasi PON Bali, PON Aceh–Sumut, Asia Cup di Malaysia dan Taiwan hingga World Cup di Thailand.Di PON Aceh-Sumut mendapatkan medali emas dan perak, Asia Cup di Taiwan menyabet juara 1, Kejuaraan Internasioanl di Malaysia menyabet runner-up serta World Cup di Thailand menyabet runner-up."Di PON Aceh–Sumut yang mengesankan karena untuk pertama kalinya PON memasukkan petanque sebagai cabang olahraga resmi dan langsung mendapat medali emas dan perak," akunya.Sedangkan di level Asia, Anjani juga mengaku terharu dan kaget dapat menjadi juara Asia Cup Taiwan di nomor single, nomor yang belum pernah diikuti."Saat Bendera Merah Putih berkibar dan berdiri di podium juara 1 itu menjadi bangga membawa nama Indonesia. Selain itu saya juga pernah berhadapan dengan juara dunia pentaque di Johor, Malaysia," kenangnya.


(prf/ega)