Rekan Sempat Ingatkan "Hati-Hati Pacaran dengan Polisi" Sebelum Dosen Untag Semarang Tewas

2026-01-13 07:41:07
Rekan Sempat Ingatkan
SEMARANG, – Kastubi, senior sekaligus kuasa hukum Dwinanda Linchia Levi atau DLV (35), mengungkapkan percakapan terakhirnya dengan Levi sebelum dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang itu ditemukan meninggal dunia tanpa busana pada Senin .Kastubi menyebut Levi masih tampak sehat saat mereka bertemu pada Jumat .Ketika itu, ia sempat menasihati Levi terkait kedekatannya dengan polisi bernama AKBP Basuki.“Wok hati-hati pacaran dengan polisi. Tapi tau-tau Senin ada berita meninggal,” kata Kastubi di Untag Semarang, Jumat .Baca juga: Dosen Perempuan yang Tewas di Kamar Hotel Disebut Pernah Cerita AKBP Basuki adalah PacarnyaKastubi menyampaikan nasihat itu usai melihat Levi dua kali bersama AKBP Basuki di Kampus.Ia juga pernah melihat Basuki menjemput korban di sebuah lokasi setelah keduanya menghadiri acara di Yogjakarta dan Bali.Kastubi, yang penasaran dengan kedekatan mereka, sempat menanyakan status hubungan Basuki dan Levi."Saya ngonangi (mengetahui) dua kali. Itu pacar," ucap Kastubi menirukan jawaban korban.Kastubi juga mengaku belum puas dengan hasil temuan awal kepolisian, yang menyebut korban tewas di kamar hotel karena pecah jantung akibat aktivitas berlebih.“Karena ada handphone dan CCTV yang belum diuji secara forensik,” ujarnya.Baca juga: Penyebab Kematian Dosen Untag Semarang Terungkap, Sejauh Mana Keterlibatan AKBP Basuki?Ia menilai data dari handphone, laptop, dan CCTV di lokasi kejadian penting diungkap untuk mengetahui ada tidaknya intimidasi terhadap korban.“Kalau bentuknya intimidasi dan menyebabkan tekanan darah tinggi, apakah itu bisa menyebabkan nyawa itu hilang?” lanjutnya.Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, membenarkan adanya hubungan intens antara Basuki dan Levi.“Yang jelas mereka ada komunikasi dan intens. Menurut pengakuan yang bersangkutan dari tahun 2020,” ucapnya.Kini, Basuki diduga melanggar kode etik karena tinggal bersama Levi tanpa ikatan perkawinan yang sah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-13 06:56