LAMPUNG, - Organisasi pelestari satwa menilai kematian harimau sumatera bernama “Bakas” mencerminkan lemahnya perencanaan dan koordinasi antarlembaga dalam penanganan satwa liar di Indonesia.Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) tersebut mati setelah direlokasi dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Lampung pada Jumat .Ketua Forum HarimauKita, Iding Achmad Haidir, mengatakan siaran pers dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu tidak menjelaskan secara rinci waktu pemindahan maupun metode penanganan yang digunakan.“Informasi dasar semacam ini penting untuk menilai kesesuaian tindakan dengan pedoman nasional dan standar kesejahteraan satwa (animal welfare),” kata Iding dalam keterangan tertulis, Rabu .Ia menambahkan, tidak ada penjelasan mengenai pihak yang memberi otorisasi serta penerapan prosedur sedasi atau pembiusan sebelum pemindahan.Baca juga: Harimau Sumatera Masuk Perangkap Kandang Jebak di Lampung, Terkait Serangan ke Petani DiselidikiDari hasil penelusuran anggota Forum HarimauKita di lapangan, keputusan pemindahan diduga dilakukan secara mendadak tanpa keterlibatan dokter hewan penanggung jawab yang sebelumnya merawat satwa tersebut.“Jika benar, hal ini menunjukkan adanya human error dan kegagalan komunikasi lintas otoritas, termasuk PPS Lampung, BKSDA Bengkulu, dan Dirjen KSDAE,” ujar Iding.Menurutnya, kematian harimau “Bakas” harus menjadi pelajaran kolektif agar setiap tindakan penyelamatan satwa dilakukan dengan kehati-hatian, melibatkan tenaga ahli, dan disertai rasa tanggung jawab tinggi.“Kematian seekor harimau liar bukan sekadar kehilangan biologis, tetapi juga cermin dari sejauh mana kita mampu menyeimbangkan keselamatan manusia dengan martabat satwa yang kita lindungi,” ujarnya menegaskan.Sebelumnya diberitakan, seekor harimau sumatera mati di kandang setelah 12 hari tertangkap di Lampung. Satwa dilindungi itu sebelumnya diduga memangsa manusia di wilayah Kabupaten Lampung Barat.Kepala BKSDA Bengkulu, Himawan Sasongko, membenarkan kematian harimau tersebut pada Jumat .
(prf/ega)
Kematian Harimau “Bakas” Ungkap Lemahnya Koordinasi Penanganan Satwa
2026-01-12 07:05:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:34
| 2026-01-12 07:33
| 2026-01-12 06:31
| 2026-01-12 06:12










































