Bupati Lampung Tengah Minta ASN Kerja Jujur di Hakordia Sebelum Kena OTT KPK

2026-01-12 03:52:53
Bupati Lampung Tengah Minta ASN Kerja Jujur di Hakordia Sebelum Kena OTT KPK
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya menjadi salah satu pejabat yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Sehari sebelum ditangkap KPK, Ardito memberikan wejangan tentang kejujuran kepada anak buahnya pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).Dilansir detikSumbagsel, Kamis (11/12/2025), Ardito ditangkap pada Rabu (10/12). Sehari sebelumnya, tepatnya pada momen Hakordia 2025, Ardito memberikan pidato kepada aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Lampung Tengah."Tentunya, sesuatu yang baik harus dimulai dengan keikhlasan dan kejujuran dalam bekerja sehingga pelayanan akan terlaksana secara maksimal," kata Ardito Wijaya dalam pidatonya di peringatan Hakordia, Selasa (9/12).Ardito meminta seluruh ASN Pemkab Lampung Tengah melayani dengan keikhlasan. Dia mengingatkan kepada anak buahnya untuk hidup jujur."Harapan saya, kita semua dapat menjalankan tugas dan fungsi kita sebagai pelayanan masyarakat dengan bersih dan jujur," tutup Ardito.Dalam video yang diterima detikSumbagsel, Ardito bersama para ASN Kabupaten Lampung Tengah melaksanakan peringatan Hakordia dengan cara melepaskan burung merpati. Ardito mengenakan pakaian setelan berwarna cokelat dengan mengenakan peci hitam. Suasana riuh diiringi tepuk tangan tergambar dalam video tersebut.Dalam kasus OTT yang dilaksanakan KPK di Provinsi Lampung, Ardito ditangkap bersama empat orang lainnya yang belum diketahui identitasnya. Dia kini telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Rutan KPK.Baca selengkapnya di sini.Simak juga Video: OTT Bupati Lampung Tengah, KPK Amankan Uang Tunai dan Emas[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-12 04:17