Digarap 3 Tahun, Film Animasi Garuda di Dadaku Libatkan 300 Animator Indonesia

2026-01-13 05:09:48
Digarap 3 Tahun, Film Animasi Garuda di Dadaku Libatkan 300 Animator Indonesia
JAKARTA, – Rumah produksi BASE Entertainment bersama KAWI Animation mengungkap skala produksi di balik film animasi terbaru mereka, Garuda di Dadaku.Film yang diangkat dari IP legendaris ini telah dikerjakan selama tiga tahun dan melibatkan ratusan tenaga kreatif lokal.Produser Shanty Harmayn mengungkapkan bahwa proses pengembangan film tersebut dimulai sejak awal 2022.Baca juga: Jadi Pengisi Suara di Animasi Garuda di Dadaku, Kristo Immanuel Wujudkan Mimpi Masa Kecil“Prosesnya sekarang sudah memasuki akhir tahun ketiga. Kami mulai pada April 2022, sementara ide awalnya muncul sejak awal tahun itu,” kata Shanty usai konferensi pers di XXI Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu .Sutradara Ronny Gani menambahkan, proyek Garuda di Dadaku melibatkan lebih dari 300 animator yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai upaya membangun ekosistem industri animasi Tanah Air agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.Baca juga: Film Animasi Garuda di Dadaku Ikut Tokyo Gap-Financing Market, Target Tayang di Bioskop 2026“Ada lebih dari 300 animator yang terlibat,” ujar Ronny.Shanty menjelaskan, para animator tersebut tidak terpusat di Jakarta, melainkan bekerja melalui berbagai studio animasi di daerah.“Kami bekerja sama dengan studio animasi di Indonesia, mulai dari Bali, Malang, Bogor, Yogyakarta, hingga Bandung. Jadi ada ratusan animator yang terlibat dari seluruh Indonesia,” jelasnya.Baca juga: Rutin Jadi Chant Suporter Timnas Indonesia, Bagus NTRL Ungkap Proses Penciptaan Lagu Garuda di DadakuIa menegaskan, langkah ini diambil bukan hanya untuk memproduksi satu film, melainkan juga untuk membuktikan bahwa animasi karya anak bangsa memiliki kualitas yang dapat diterima secara luas.“Ketika film animasi Indonesia yang sangat sukses dirilis di awal tahun, kami merasa sangat bahagia. Itu menjadi langkah awal, semacam ‘pecah telur’, bahwa animasi Indonesia diterima dengan sangat baik oleh masyarakat,” tutur Shanty.Sementara itu, Ronny Gani yang telah berpengalaman selama 15 tahun di industri animasi Hollywood mengatakan, pendekatan produksi film ini tidak semata-mata bergantung pada teknologi mahal.Baca juga: Lirik dan Chord Lagu Garuda di Dadaku - NETRALMenurutnya, tim Garuda di Dadaku lebih mengutamakan kualitas artistik dan relevansi visual dengan penonton Indonesia, seperti penggambaran lingkungan kampung kota hingga suasana stadion lokal.“Kami tidak terpaku pada satu cara produksi saja. Yang paling utama adalah hasil akhirnya secara artistik kuat dan relevan,” ucap Ronny.Film animasi Garuda di Dadaku dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026.Film ini menghadirkan karakter burung Garuda bernama Gaga yang disuarakan oleh Kristo Immanuel, serta karakter Putra yang diperankan oleh Keanu Azka.


(prf/ega)