BLITAR, – Wali Kota Blitar periode 2009–2014 dan 2014–2019, M Samanhudi Anwar, gagal merebut kembali kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Blitar periode 2025–2030.“Beliau (Samanhudi) tidak hadir pada Konfercab di Surabaya, Sabtu lalu. Saat pengumuman tidak hadir. Tidak tahu, tidak hadir atau tidak diundang,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar terpilih, Yudi Meira, Selasa .Samanhudi sebenarnya mendapatkan dua dukungan dari tiga Pimpinan Anak Cabang (PAC) dalam tahap penjaringan nama calon Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar. Namun, DPP PDI Perjuangan tidak memasukkan nama Samanhudi dan justru menetapkan Yudi Meira sebagai nakhoda baru partai di Kota Proklamator tersebut.Baca juga: Samanhudi Masuk Bursa Ketua PDIP Kota Blitar, Djarot: Rekam Jejak Figur Jadi Pertimbangan UtamaYudi membenarkan bahwa Samanhudi tidak terakomodasi dalam struktur kepengurusan periode 2025–2030. Meski demikian, ia menyatakan akan tetap menjalin komunikasi yang baik dengan Samanhudi sebagai salah satu tokoh senior partai.“Bagaimanapun Pak Samanhudi adalah pelopor PDIP di Kota Blitar. Kita selalu koordinasi dengan beliau selaku sesepuh PDIP Kota Blitar,” tuturnya.Terpilihnya Yudi Meira menggeser posisi Syahrul Alim yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Blitar. Dalam struktur baru, Syahrul ditunjuk sebagai salah satu Wakil Ketua Bidang. Terkait jabatan Ketua DPRD, Yudi menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada DPP PDI Perjuangan.“Kita serahkan pada partai, pada DPP. Saya selaku petugas partai siap ditempatkan di mana pun. Saya siap. Posisi Ketua DPRD itu kewenangan DPP,” katanya.Sebagai ketua baru, Yudi mengemban tiga tugas khusus dari pusat. Pertama, mengembalikan perolehan kursi DPRD Kota Blitar dari 8 kursi menjadi 10 kursi pada Pemilu mendatang. Kedua, menambah kursi DPR RI di Dapil VI Jawa Timur menjadi 3 kursi.Tugas ketiga yang tak kalah berat adalah merebut kembali kursi Wali Kota Blitar. Sebagaimana diketahui, untuk pertama kalinya sejak 1999, PDI Perjuangan kalah dalam Pilkada Kota Blitar 2024. Saat itu, Samanhudi Anwar justru menjatuhkan dukungannya kepada pasangan lawan yang akhirnya mengalahkan calon usungan PDI Perjuangan.Samanhudi sendiri merupakan tokoh yang pernah sangat berpengaruh di Blitar sebelum tersandung kasus suap gedung sekolah oleh KPK pada 2018. Setelah bebas, ia kembali terjerat kasus pidana sebagai aktor intelektual perampokan rumah dinas Wali Kota Blitar pada Desember 2022.
(prf/ega)
Samanhudi Gagal Rebut Kembali Kepemimpinan PDI Perjuangan Kota Blitar
2026-01-11 03:52:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:44
| 2026-01-11 02:54
| 2026-01-11 02:32
| 2026-01-11 02:00
| 2026-01-11 01:48










































