Honda ADV160 Jelajah Parahyangan Timur: Sensasi Touring 170 Km

2026-02-02 15:55:37
Honda ADV160 Jelajah Parahyangan Timur: Sensasi Touring 170 Km
GARUT, – Angin pegunungan, tikungan panjang, jalan menurun tajam, hingga garis pantai selatan yang memanjang tanpa putus, menjadi menu utama perjalanan 70 rider Honda ADV160 menuju Honda Bikers Day 2025 di Cikajang, Garut, Sabtu , perjalanan ini sekaligus menjadi panggung aktual untuk membuktikan kemampuan Honda ADV160 dalam medan beragam.Perjalanan yang menempuh sekitar 170 kilometer ini dimulai dari Ciwidey, kawasan berhawa sejuk di selatan Bandung, kemudian bergerak ke Naringgul, menelusuri pantai Rancabuaya, hingga akhirnya mendaki jalur Cikajang.Total, ada tiga karakter jalan yang ditemui: pegunungan, pesisir, dan tanjakan panjang, semuanya berhasil dijinakkan ADV160.Sejak diperkenalkan September 2025, skutik adventure ini langsung menyita perhatian. Desain barunya yang makin kokoh berpadu fitur modern seperti Honda RoadSync.“All New Honda ADV160 menawarkan pengalaman berkendara yang lengkap—performa bertenaga, kenyamanan tinggi, plus fitur keselamatan modern. Sangat cocok bagi mereka yang gemar menjelajah,” ungkap Ahmad Muhibbuddin, GM Corporate Communication AHM, Sabtu .dok AHM Touring Honda ADV160 RoadSync dari Ciwidey menuju Cikajang, Garut.Rombongan memulai perjalanan di Ciwidey saat kabut tipis masih menggantung di antara kebun teh. Begitu gas diputar, peserta langsung disuguhi rute pegunungan menuju Naringgul yang terkenal dengan kombinasi turunan panjang serta belokan yang menguji teknik pengereman.Di sinilah dua fitur keselamatan ADV160 benar-benar terasa manfaatnya. ABS menjaga roda tetap stabil saat pengereman mendadak di turunan curam.Selain itu ada fitur HSTC (Honda Selectable Torque Control), buat memastikan ban tidak kehilangan traksi saat melintas jalan lembap atau berpasir.Keduanya memberi rasa aman sehingga pengendara bisa menikmati jalur pegunungan tanpa rasa waswas.dok AHM Touring Honda ADV160 RoadSync dari Ciwidey menuju Cikajang, Garut.Memasuki kawasan Rancabuaya, kontur jalan berubah total. Dari pegunungan berkelok menjadi lintasan lurus panjang khas jalur pantai selatan. Di rute garis panjang inilah mesin 160 cc unjuk gigi dengan performa yang tepat.Mesin menyajikan tarikan halus namun responsif, stabil di kecepatan jelajah dan konsisten meski melaju lama di putaran menengah.Memasuki etape final, jalan kembali berubah menjadi jalur pegunungan yang menanjak dan berkelok menuju Cikajang. Inilah wilayah dengan kontur jalan khas Garut Selatan: naik-turun, tikungan panjang, serta permukaan yang tidak selalu rata.Suspensi depan-belakang ADV160 bekerja optimal meredam gelombang permukaan jalan, memberikan kenyamanan ekstra bagi pengendara yang sudah melakukan perjalanan jauh. Posisi berkendara yang tegap dan ergonomis.dok AHM Touring Honda ADV160 RoadSync dari Ciwidey menuju Cikajang, Garut.Perjalanan panjang membuat fitur Honda RoadSync menjadi salah satu elemen paling membantu. Melalui koneksi Bluetooth dan sakelar kiri, pengendara dapat mengakses navigasi turn-by-turn, melakukan panggilan, membalas pesan dan mengontrol musik.USB Type-C charger di console box juga menjadi penyelamat. Smartphone tetap terisi penuh, memastikan RoadSync dan navigasi bekerja mulus tanpa hambatan.Penjelajahan Parahyangan Timur kali ini mengukuhkan posisi Honda ADV160 sebagai skutik adventure yang benar-benar siap menjelajah rute Indonesia. Bukan hanya soal desain gagah, tetapi kombinasi lengkap antara mesin, suspensi, fitur keselamatan ABS + HSTC, teknologi canggih Honda RoadSync dan ergonomi yang bersahabat untuk perjalanan jauh.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-02 16:00