NASA Prediksi Voyager 1 Capai Jarak Satu Hari Cahaya dari Bumi pada 2026, Ini Maknanya

2026-01-12 03:19:51
NASA Prediksi Voyager 1 Capai Jarak Satu Hari Cahaya dari Bumi pada 2026, Ini Maknanya
- Voyager 1, wahana antariksa NASA yang diluncurkan pada tahun 1977, diperkirakan akan segera mencapai tonggak sejarah kosmik.Menurut perhitungan NASA, pada November 2026, wahana ini akan berada pada jarak Satu Hari Cahaya (light-day) dari Bumi, menjadikannya pesawat ruang angkasa pertama yang mencapai pencapaian tersebut.Saat ini, Voyager 1 adalah wahana antariksa terjauh dari planet kita, menjelajahi ruang antarbintang sejauh 15,8 miliar mil (25,4 miliar kilometer).Baca juga: Setengah Abad Menjelajah Antariksa, Voyager 1 Bakal Berjarak Satu Hari Cahaya dari Bumi Dikutip CNN, istilah Satu Hari Cahaya mengacu pada jarak di mana dibutuhkan waktu persis 24 jam bagi sinyal atau perintah yang bergerak dengan kecepatan cahaya untuk mencapai wahana tersebut dari Bumi.Jarak Satu Hari Cahaya setara dengan 16 miliar mil (26 miliar kilometer).Suzy Dodd, manajer proyek Voyager di NASA’s Jet Propulsion Laboratory, menjelaskan implikasi dari jarak tersebut terhadap komunikasi antariksa.“Jika saya mengirim perintah dan mengatakan, ‘selamat pagi, Voyager 1,’ pada pukul 8 pagi di hari Senin, saya akan mendapatkan respons Voyager 1 kembali pada hari Rabu kira-kira pukul 8 pagi,” kata Dodd.Ini berarti setiap perintah yang dikirim tim membutuhkan waktu dua hari penuh untuk siklus pergi-pulang.Voyager 1 dan kembarannya, Voyager 2, adalah satu-satunya wahana yang beroperasi di luar heliosphere—gelembung medan magnet dan partikel Matahari yang meluas jauh melampaui orbit Pluto.Misi utama Voyager adalah mempelajari wilayah yang belum dipetakan ini, khususnya batas heliopause, yaitu garis pantai di mana angin Matahari yang panas bertemu dengan ruang antarbintang yang dingin."Pikirkan heliopause seperti garis pantai sebuah samudra," kata Dodd.Semakin jauh wahana melakukan perjalanan dari Matahari, Voyager 1 dan Voyager 2 mengukur 'riak' atau interaksi antara heliopause, Matahari kita, dan ruang antarbintang.“Yang penting adalah beroperasi dengan instrumen sains ini selama mungkin untuk membuat peta tentang apa yang berubah saat Anda menjauh dari matahari,” tegas Dodd.Setelah puluhan tahun di ruang angkasa, kedua Voyager harus mematikan beberapa instrumennya untuk menghemat daya dan memastikan wahana tetap hangat agar berfungsi.Namun, komunikasi dengan probe sejauh ini penuh tantangan.


(prf/ega)