Ambil Rapor Adylla, Wali Kota Bogor Gencarkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah

2026-01-12 13:28:18
Ambil Rapor Adylla, Wali Kota Bogor Gencarkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah
– Tangis Adylla, siswi kelas V SDN Polisi 4, pecah dalam pelukan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat pengambilan rapor di sekolahnya, Kamis .Dedie Rachim mendatangi SDN Polisi 4 untuk mengambil rapor Adylla mewakili ayahnya yang telah tiada. Dengan wajah berseri-seri, Adylla menyambut kedatangan Dedie. Keduanya lalu duduk menunggu giliran mengambil rapor.Dedie mengatakan bahwa ia mengawali tugasnya hari ini dengan mengambilkan rapor untuk Adylla.“Saya mengambil rapor ini untuk mengisi relung hati Adylla, agar paling tidak satu kali dalam hidupnya ada sosok ayah yang mengambilkan rapor dan mendengarkan langsung perkembangan akademisnya dari guru,” tutur Dedie dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis.Usai menerima rapor, tetes air mata Adylla pecah dan ia langsung memeluk Dedie yang disambut dengan rangkulan hangatnya.Dok. Pemkot Bogor Momen haru Adylla berpelukan dengan Wali Kota Bogor Dedie Rachim. Dengan mata berkaca-kaca, Dedie mengusap kelopak mata Adylla. Ia tampak terharu dan bangga saat mendengarkan perkembangan Adylla di sekolah dari sang guru.“Saya mendengarkan tadi, ternyata Adylla adalah siswi berprestasi,” imbuhnya.Sebelumnya, Adylla telah lebih dahulu mengirim pesan kepada Dedie, meminta tolong agar rapornya dapat diambilkan karena sang ayah telah tiada.Adapun Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.2/6957-DPPKB Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Raport Anak ke Sekolah.SE tersebut merupakan turunan dari SE Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor di Sekolah.“Turunan dari edaran BKKBN ini salah satu programnya meminta para kepala daerah mengeluarkan imbauan kepada para ayah untuk mengambil rapor anak di sekolah. Hal ini dilatarbelakangi adanya indikasi fatherless, yang mana peran ayah berkurang dalam tumbuh kembang anak-anak kita,” ujar Dedie.Oleh karena itu, Dedie turut berpesan kepada para ayah agar meluangkan waktu untuk bertanya, berdiskusi, dan berdialog dengan anak.“Sebab, seorang ayah memiliki peran penting dalam keluarga agar tidak terjadi (fenomena) fatherless. Kehadiran ayah sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang seorang siswa,” ucapnya.Sebagai informasi, Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah merupakan bagian dari program unggulan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak serta mengatasi fenomena fatherless atau kurangnya kehadiran ayah di Indonesia.Secara historis, pengambilan rapor lebih sering dilakukan oleh ibu. Oleh karena itu, inisiatif tersebut mendorong sosok ayah agar hadir secara fisik dalam memberikan dukungan emosional dan menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan anak.Lebih lanjut, gerakan itu bertujuan untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini. Melalui kehadiran ayah pada momen penting tersebut, diharapkan tercipta kedekatan emosional yang berdampak positif terhadap rasa percaya diri, kenyamanan, dan kesiapan anak dalam menjalani proses belajar.Sebagai bentuk dukungan, para ayah yang mengikuti gerakan tersebut akan diberi dispensasi keterlambatan kerja sesuai dengan ketentuan masing-masing instansi atau kantor.Sebelum surat edaran itu terbit, Kepala Sekolah SDN Polisi 4 Nurul Nur Hidayah menuturkan bahwa selama ini pengambilan rapor siswa cenderung dilakukan oleh para ibu.Sejak diterbitkannya edaran tersebut, pihak sekolah pun gencar melakukan sosialisasi dan menyampaikan informasi kepada para orangtua.“Kebetulan orangtua siswa SDN Polisi 4 sebagian ada yang bekerja jauh. Namun, ketika kami menyampaikan imbauan dari pusat dan Kota Bogor, Alhamdulillah para ayah menyempatkan hadir untuk pengambilan rapor. Tadi saya lihat di kelas-kelas banyak ayah yang hadir, yang biasanya pengambilan rapor dilakukan oleh ibu,” ujarnya.Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini, terlihat banyak siswa yang merasa senang dan bangga karena rapornya diambil langsung oleh ayahnya, termasuk Adylla yang rapornya diambil langsung oleh Wali Kota Bogor bersama dengan sang istri, Yantie Rachim.“Pak Wali tadi masuk ke kelas untuk mengambil rapor Adylla karena memang Adylla sudah tidak memiliki ayah. Beliau juga bertanya tentang kondisi Adylla dan lainnya. Adylla kelas V A merupakan anak yang berprestasi,” jelasnya.Menurut Nurul, surat edaran yang diterbitkan oleh Pemkot Bogor tersebut sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.“Ini sangat baik karena banyak ayah yang pulang malam dan jarang bertemu anak. Ketika ayah hadir mengambil rapor, anak merasa bangga, apalagi didampingi ibunya,” tuturnya.


(prf/ega)