JAKARTA, - Pemerintah telah menginventarisasi sekitar 11.000 titik lahan di berbagai daerah untuk pembangunan gerai dan gudang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/KDKMP).Saat ini, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) sedang membangun 7.500 unit infrastruktur tersebut.Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, pemerintah tengah melakukan verifikasi faktual terhadap seluruh lahan yang sudah terdata. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian, status kepemilikan, dan kondisi lapangan sebelum pembangunan dimulai.“Nah dari 11.000 itu kan kita verifikasi faktual, kesesuaian lahan, kemudian status dan lain sebagainya. Sehingga dari situ setelah verifikasi faktual dilakukan proses pembangunan gudang, gerai,” kata Ferry di Gedung Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Kamis .Baca juga: Pertamina NRE dan Kemenkop Godok Pilot Project PLTS, Bakal Dikelola Kopdes Merah Putih?Pemerintah menargetkan jumlah lahan terinventarisasi bisa meningkat hingga 40.000 titik pada November 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.000 unit gudang dan gerai diharapkan sudah bisa dibangun.Ferry menambahkan, pembangunan akan terus dikebut hingga akhir tahun. Targetnya, pada Desember 2025, jumlah gudang dan gerai yang selesai dibangun mencapai 40.000 hingga 50.000 unit, seiring bertambahnya lahan terdata menjadi sekitar 80.000 titik.“November ini data tanah yang masuk kita harapkan bisa angkanya 40.000 titik. Kemudian yang dibangun itu bisa 20.000 unit di November. Lalu Desember kita akan bangun 40.000 sampai 50.000 unit. Terus data tanahnya bisa ke 80.000-an, tanah yang terinventarisir,” ujarnya.Baca juga: Wamenkop: Kopdes Merah Putih Bisa Jadi SPPG MBGFerry memperkirakan seluruh pembangunan fisik gudang dan gerai Kopdes Merah Putih bisa rampung pada Maret 2026, sesuai target pemerintah.“Januari itu dibangun semua. Supaya nanti kita perkirakan, insya Allah, bulan Maret itu bisa selesai. Bangunan fisik gudang-gudang, gerai, dan sarana pendukung selesai,” ucapnya.Program Kopdes Merah Putih menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan memastikan pemerataan distribusi produk lokal melalui jaringan koperasi yang terintegrasi di seluruh Indonesia.
(prf/ega)
11.000 Lahan Disiapkan untuk Koperasi Desa, Pembangunan Dikebut hingga 2026
2026-01-12 13:50:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 13:51
| 2026-01-12 13:49
| 2026-01-12 12:46
| 2026-01-12 12:11










































