Antre Ambil BLT, Lansia di Sukabumi Sesak Nafas dan Kemudian Meninggal

2026-01-14 02:22:55
Antre Ambil BLT, Lansia di Sukabumi Sesak Nafas dan Kemudian Meninggal
SUKABUMI, - Seorang lansia bernama Titin (64 tahun) menghembuskan nafas terakhirnya setelah ia berjuang mengantre BLT Kesra di Kantor Pos Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Selasa .Kepala Desa Warnajati, Hilmi Nurhikmat membenarkan kejadian yang menimpa warganya tersebut.Menurut Hilmi, Titin merupakan warga kampung karet Opat RtO3 Rw08, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.Wanita paruh baya tersebut masuk dalam golongan Desil 6 dan sering menerima bantuan.Baca juga: BLT Kesra Rp 900 Ribu Terakhir Cair 31 Desember 2025, Apakah Berlanjut di 2026?“Sekitar pukul 09.00 WIB antri, setelah mendapat uang BLT kesra, tiba-tiba mendadak sesak nafas dan lansung pingsan. Setelah itu sama petugas dan warga dievakuasi ke rumah sakit, dan dinyatakan meninggal dunia. Menurut keterangan Keluarga, almarhum memiliki riwayat hipertensi,” kata Hilmi dalam keterangan tertulisnya saat dihubungi Kompas.com via WhatsApp, Selasa malam.Hilmi mengungkap bahwa Titin merupakan penerima bantuan seperti BPNT, PKH lansia, dan penerima BLT S Kesra Batch 4.Baca juga: BLT Kesra Rp 900 Ribu Harus Dicairkan Sebelum 31 Desember 2025, Cek Cara dan Jalur PencairannyaHilmi juga menuturkan bahwa saat pembagian BLT pada Selasa , pihak desa hanya mendapatkan pemberitahuan.“Disayangkan tidak ada koordinasi dalam pengaturan pembagian dengan Pemerintah desa atau kelurahan, kami hanya menerima undangan KPM untuk dibagikan, pembagian satu kecamatan dalam satu hari,” tutup Hilmi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-01-14 02:51