Prabowo Cerita Diteriaki Bocil yang Protes Belum Terima MBG

2026-02-04 00:37:52
Prabowo Cerita Diteriaki Bocil yang Protes Belum Terima MBG
JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto bercerita ia diteriaki oleh bocah-bocah kecil saat sedang dalam perjalanan menuju SMPN 4 Bekasi, Jawa Barat, untuk meluncurkan digitalisasi pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, Senin .Prabowo menuturkan, anak-anak kecil itu berteriak kepadanya bahwa mereka belum menerima makanan bergizi gratis (MBG)."Waktu saya datang ke sini, rakyat banyak sekali di jalan. Dan ada anak-anak yang teriak ke saya, 'Pak, Pak kami belum terima MBG'. Ya saya jawab, 'sabar, sabar'," ujar Prabowo, Senin.Baca juga: Mau Beri 1 Juta Smartboard ke Sekolah, Prabowo: Pasti Ada yang Bilang Ini Program GilaPrabowo menjelaskan, masih ada sekitar 40 juta anak dan ibu hamil yang belum merasakan MBG.Namun, dia kembali meminta mereka untuk bersabar, mengingat program MBG menggunakan uang rakyat."Saya minta kesabaran, ini adalah yang paling cepat yang kita mampu. Karena ini adalah uang rakyat. Harus disiapkan dengan baik. Persiapannya harus matang. Supaya tidak terjadi penyimpangan," kata Prabowo.Baca juga: Prabowo Klaim Tak Main-main dengan Pendidikan, Bakal Perbaiki Semua SekolahPrabowo menyampaikan, dari sekian juta penerima manfaat MBG, tetap ada kekurangan yang terjadi, seperti keracunan.Menurut Prabowo, sakit perut karena keracunan sebenarnya hal yang biasa karena ia juga kerap salah makan saat sedang berada di rumah."Dari sekian juta ada kekurangan, ada yang mereka bilang keracunan, ya namanya sakit perut biasa sebetulnya. Makan di warung, sering. Saya makan di rumah saja juga sering salah makan. Kadang-kadang kurang cuci tangan," kata Prabowo.Baca juga: Prabowo Resmikan 215.572 Smartboard untuk Pembelajaran Digital Sekolah di IndonesiaMeski begitu, Prabowo menegaskan akan tetap mengambil tanggung jawab atas kasus keracunan akibat MBG.Dia meminta agar tidak ada penyimpangan yang terjadi dalam program MBG."Tapi kita ambil alih tanggung jawab. Tidak boleh ada sedikit pun penyimpangan. Karena itu sekarang persiapan lebih ketat. Pemantauan lebih keras. Kita minta semua prosedur yang perlu diambil, harus diambil. Alat pembersih ompreng, alat filtrasi air, dan sebagainya," ujar Presiden.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-03 23:25