Mengenal Tiga Tokoh Seni yang Dikukuhkan sebagai Legenda Jegog Khas Jembrana

2026-01-12 06:38:53
Mengenal Tiga Tokoh Seni yang Dikukuhkan sebagai Legenda Jegog Khas Jembrana
- Tiga tokoh seni, yakni Kiang Geliduh, Suprig, dan Ketut Swentra, dikukuhkan sebagai legenda jegog, kesenian musik tradisional khas Kabupaten Jembrana, Bali.Pengukuhan tersebut diumumkan dalam rangkaian Jegog Spirit Festival 2025 yang digelar di Anjungan Cerdas Mandiri Rambut Siwi, Kecamatan Mendoyo.Kegiatan berlangsung pada Minggu dan dihadiri oleh pelaku seni, pemerintah daerah, serta masyarakat.Pengakuan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran ketiganya dalam menjaga dan mengembangkan kesenian jegog lintas generasi.Pengukuhan legenda jegog tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jembrana.Dilansir dari Antara, berikut peran ketiga sosok legenda jegog tersebut.Baca juga: Puluhan Kerbau di Jembrana Adu Cepat dalam Lomba Makepung, Bupati Ikut Jadi JokiKiang Geliduh yang berasal dari Banjar atau Dusun Sebual diyakini sebagai pencipta awal kesenian jegog pada 1912.Pada masa itu, jegog diciptakan sebagai hiburan bagi para petani setelah bekerja di ladang.Selain sebagai hiburan, suara nyaring dari alat musik bambu tersebut juga dimanfaatkan untuk memanggil warga agar bergotong royong.Fungsi sosial ini menjadikan jegog dekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan Jembrana.Baca juga: Baler Bale Agung Jadi Kelurahan Terbaik Bali 2025, Bupati Jembrana: Bukti Program Unggulan TerimplementasiSeiring perkembangan zaman, muncul Suprig yang memperluas bentuk penyajian jegog.Ia mengolaborasikan musik jegog dengan unsur tari dan silat sehingga memperkaya bentuk pertunjukan.Melalui inovasi tersebut, jegog tidak lagi terbatas sebagai hiburan petani, tetapi berkembang menjadi seni pertunjukan panggung.Konsep ini membuat jegog tetap relevan dan bertahan hingga saat ini.Tokoh ketiga, Ketut Swentra yang dikenal dengan panggilan Pekak Jegog, berperan membawa kesenian ini ke tingkat internasional.


(prf/ega)