Siap Diproduksi, Film Labubu Gandeng Sutradara Wonka dan Paddington

2026-01-12 05:06:58
Siap Diproduksi, Film Labubu Gandeng Sutradara Wonka dan Paddington
- Paul King, sutradara film Paddington yang mendunia dan musikal Wonka yang dibintangi Timothée Chalamet, akan menyutradarai film Labubu.Pada bulan November diumumkan bahwa Sony Pictures, yang baru saja meraih kesuksesan global dengan KPop Demon Hunters, telah mengakuisisi hak layar untuk sensasi mainan boneka Labubu, dengan film layar lebar yang sudah dalam tahap pengembangan awal.Sony dikabarkan akan memproduksi film Labubu dalam format live-action. Film Labubu adalah film terbaru dalam serangkaian film yang terinspirasi oleh mainan.Baca juga: Film Labubu Siap Diproduksi Sony PicturesSebelumnya pada tahun 2023, film Barbie diproduksi dan menghasilkan lebih dari 1 miliar dollar AS (Rp 16,7 triliun) di box office global.Meluncurkan gelombang ide IP terkait mainan di Hollywood, hingga pada satu titik, produsen Barbie, Mattel, dilaporkan telah mengajukan proposal untuk 45 produknya, termasuk Hot Wheels, He-Man, dan Polly Pocket.Pada bulan November, Sony dan Mattel mengumumkan bahwa mereka telah bermitra untuk membuat film yang berdasarkan mainan View-Master.King memulai karier layar lebarnya sebagai asisten sutradara di serial komedi TV Inggris Garth Marenghi's Darkplace, kemudian menyutradarai ketiga musim The Mighty Boosh.Baca juga: Kasing Lung, Sosok di Balik Boneka Viral LabubuFilmnya tahun 2014, Paddington, dan sekuelnya yang bahkan lebih terkenal, Paddington 2 menghasilkan hampir 500 juta dollar AS (Rp 8,3 triliun) di seluruh dunia.Wonka, kisah asal usul Willy Wonka yang ditulis dan disutradarai oleh King, sukses besar di box office, menghasilkan 635 juta dollar AS (Rp 10,6 triliun) di box office global.King juga ikut menulis skenario dan menjadi produser eksekutif film Paddington ketiga, Paddington in Peru, dan akan menyutradarai film Disney tentang karakter Cinderella, Prince Charming, dengan Chris Hemsworth dalam pembicaraan untuk berperan.Labubu dirancang oleh seniman Hong Kong yang berbasis di Eropa, Kasing Lung, dan awalnya dijual sebagai bagian dari lini figur monster oleh perusahaan How2Work.Mainan ini pertama kali populer di Asia Tenggara pada tahun 2019, setelah dipasarkan oleh pengecer China, Pop Mart.Popularitas boneka-boneka ini, yang menurut Lung terinspirasi oleh dongeng-dongeng Nordik setelah pindah ke Belanda dari Hong Kong saat masih kecil, didorong oleh unggahan media sosial berupa video unboxing langsung yang menampilkan koleksi langka, serta penggunaannya oleh selebriti terkenal sebagai aksesori fesyen.Peluncuran edisi baru kini terjual habis di Pop Mart dalam hitungan menit, dalam setahun terakhir saja, keuntungan Pop Mart dilaporkan meningkat sebesar 350 persen.Dan versi edisi terbatas dari boneka-boneka tersebut telah terjual dengan harga setinggi enam digit di lelang, di pasar sekunder yang sangat ramai.


(prf/ega)

Berita Lainnya