Dollar Melemah di Awal Desember, Pasar Menanti Sinyal The Fed dan BOJ

2026-01-12 09:34:04
Dollar Melemah di Awal Desember, Pasar Menanti Sinyal The Fed dan BOJ
-Dollar Amerika Serikat melemah di awal Desember.Investor mulai memasuki bulan yang penuh agenda penting, mulai dari peluang pemangkasan suku bunga terakhir The Fed tahun ini sampai kepastian kandidat pengganti Jerome Powell yang dinilai lebih dovish.Pasar di Asia menunggu pidato Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. Investor ingin melihat sinyal apakah Jepang siap menaikkan suku bunga untuk menahan pelemahan yen.Perdagangan valuta asing bergerak hati-hati pada Senin pagi.Baca juga: Didorong Spekulasi Ketua The Fed Baru, Rupiah Melonjak ke Rp 16.658 per Dollar ASAktivitas global baru pulih usai gangguan teknis di CME Group pekan lalu yang menghentikan transaksi saham, obligasi, komoditas, dan mata uang selama beberapa jam.Banyak rilis ekonomi besar dan agenda bank sentral sepanjang bulan membuat pasar lebih defensif.Yen menguat setelah data investasi perusahaan Jepang mencatat kenaikan belanja pabrik dan peralatan sebesar 2,9 persen pada Juli–September dibanding periode sama tahun lalu.Angka itu memberi sinyal ketahanan ekonomi Jepang di tengah tekanan tarif Amerika Serikat.Yen terakhir berada di 155,84 per dollar, menguat 0,2 persen. Mata uang Jepang itu juga menjauh dari level terendah 10 bulan di 157,90 per dollar yang sempat memicu spekulasi intervensi Tokyo.Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama memberi respons keras.“Fluktuasi yang tidak menentu baru-baru ini dan pelemahan yen yang cepat jelas tidak didorong oleh fundamental,” ujarnya.Baca juga: Harga Emas Diprediksi Tembus 5.000 Dollar AS pada 2026Analis Commonwealth Bank of Australia, Carol Kong, menyebut pasar menunggu isi pidato Ueda.“Saya pasti akan mencermati pidatonya hari ini, karena Ueda memiliki peluang besar untuk memberikan panduan bagi pasar keuangan mengenai prospek kebijakan BOJ jangka pendek,” katanya.“Mengingat komunikasi terbaru dari para pejabat dan pelemahan tajam yen Jepang, Gubernur Ueda kemungkinan besar akan menggunakan pidatonya untuk mengisyaratkan kenaikan suku bunga akhir bulan ini,” sambungnya.Penguatan yen masih terbatas. Sepanjang tahun ini yen baru naik 0,9 persen dan tetap melemah terhadap euro dan pound sterling.


(prf/ega)