Pengunjung Melonjak, Ini Rest Area Terpadat Selama Libur Nataru

2026-02-05 02:37:24
Pengunjung Melonjak, Ini Rest Area Terpadat Selama Libur Nataru
JAKARTA, – PT Jasamarga Related Business (JMRB) mencatat lonjakan signifikan jumlah pengunjung di sejumlah Travoy Rest selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Peningkatan arus kendaraan terutama terjadi di jalur menuju Jawa Tengah dan Jawa Barat, seiring tingginya mobilitas masyarakat pada puncak libur akhir tahun.Salah satu titik dengan peningkatan tertinggi terjadi di Travoy Rest KM 207A ruas Palikanci, yang sudah mengalami lonjakan lalu lintas sejak pertengahan Desember 2025.Baca juga: Pekan Ini Ganjil Genap Jakarta Hanya Berlaku 4 HariDok. Jasa Marga Ilustrasi rest area Jasa MargaRegion Head II PT JMRB, Dondi Dwi Susanto mengatakan, tercatat 13.187 kendaraan memasuki rest area tersebut.Angka ini melonjak 69 persen dibanding periode Nataru 2024 yang mencapai 7.787 kendaraan, serta naik 176 persen dibanding Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) 2025.“Peningkatan ini menunjukkan tingginya pergerakan pengguna jalan tol menuju wilayah Jawa Tengah pada puncak arus libur Natal 2025,” ujar Dondi dalam keterangannya, Senin .Baca juga: Sudah Tahu Puncak Macet: Mengapa Pengendara Tetap Datang?Dok. Jasa Marga Ilustrasi rest area Jasa MargaRest area lain yang mengalami kenaikan signifikan adalah Travoy Rest KM 88A ruas Cipularang. Pada Kamis, 25 Desember 2025, sebanyak 12.857 kendaraan tercatat memasuki lokasi tersebut.Jumlah ini meningkat 18 persen dibandingkan Nataru 2024, serta naik 75 persen dibandingkan LHR 2025.“Peningkatan arus kendaraan di Travoy Rest KM 88A Cipularang juga terlihat sejak 20 Desember 2025 dan cenderung fluktuatif hingga akhir periode libur, seiring dengan pergerakan arus liburan dan arus balik Nataru,” ucap Dondi.Baca juga: H-1 Tahun Baru, Polisi Tutup Jalur Wisata Puncak Bogor untuk Car Free NightJMRB Rest Area Travoy KM 207A mengalami kenaikan yang signifikan, yakni 210,5 persen atau 11.079 pengunjung terhadap jumlah harian normalSeiring padatnya kunjungan, JMRB mengimbau pengguna jalan agar tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama selama beristirahat di rest area.Dondi menambahkan, pihaknya mengimbau para pengguna jalan agar dapat memanfaatkan fasilitas rest area secara tertib, serta tetap menjaga kebersihan selama beristirahat, sehingga kenyamanan bersama dapat tetap terjaga.“Kami mengajak seluruh pengunjung untuk menggunakan Travoy Rest dengan bijak dan bertanggung jawab agar fasilitas yang tersedia dapat dinikmati secara optimal,” kata dia.Baca juga: Ada Car Free Night: Jalan Sudirman–Thamrin Tutup saat Malam Tahun BaruDok. Jasa Marga Ilustrasi rest area Jasa MargaIa juga mengingatkan agar pengendara tidak memaksakan diri masuk ke rest area yang sudah padat, dan disarankan melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya.Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Travoy Rest kini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berteknologi fast charging.“Kami juga menyediakan fasilitas yang ramah bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas,” kata Dondi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-05 00:57