PALANGKA RAYA, - Banjir di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kini melanda dua daerah.Setelah sebelumnya terjadi di Kabupaten Barito Timur selama enam hari terakhir, banjir juga terjadi di Kabupaten Gunung Mas.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng memperkuat upaya mitigasi untuk mencegah meluasnya dampak banjir.Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, Alpius Patanan, menjelaskan banjir di Kabupaten Barito Timur masih terjadi di lima desa yang tersebar di tiga kecamatan.“Berdasarkan informasi dari BPBD setempat masih banjir, hanya ada sedikit perubahan di Desa Bantai Napu, Kecamatan Paku, yang mulai ada penurunan,” beber Alpius saat dikonfirmasi Kompas.com melalui aplikasi perpesanan, Rabu .Baca juga: Saat Tawa Menjadi Penguat di Tengah Gelapnya Pengungsian Korban Banjir Aceh TamiangAlpius menyebutkan banjir melanda Barito Timur sejak 12 Desember 2025. Lima desa yang terdampak yakni Desa Tangkan, Mansiwui, dan Hayapung di Kecamatan Awang, Desa Haringen di Kecamatan Dusun Timur, serta Desa Paku Belo di Kecamatan Paku.Banjir tersebut berdampak terhadap 587 jiwa dari 200 kepala keluarga. Selain itu, banjir merendam 50 rumah warga, enam titik jalan dan jembatan, dua fasilitas pendidikan, satu tempat ibadah, serta satu fasilitas kesehatan.BPBD Kalteng juga mencatat banjir terjadi di Kabupaten Gunung Mas sejak Senin . Banjir melanda Desa Kuala Kurun dan Desa Tampang Tumbang Anjir di Kecamatan Kurun.“Sejauh ini belum ada korban jiwa maupun rumah yang terdampak banjir, hanya saja banjir menggenangi satu titik jalan di Desa Kuala Kurun dan dua titik jalan di Desa Tampang Tumbang Anjir,” imbuh Alpius.Baca juga: Tumpukan Sampah dan Bambu Hanyut Jadi Biang Banjir di Muncar BanyuwangiUntuk mengantisipasi meluasnya banjir, BPBD Kalteng rutin berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota. Koordinasi dilakukan setiap minggu untuk memastikan kesiapan mitigasi dan penanganan bencana.“Sejak awal musim hujan, setiap minggu kami berkoordinasi dengan kabupaten dan kota melalui zoom meeting untuk memastikan kesiapan personil dan ketersediaan peralatan,” pungkasnya.Sebelumnya, Prakirawan Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Neng Arini N.P., menjelaskan Kalteng mengalami puncak musim hujan sejak Oktober hingga November 2025 yang berlanjut sampai akhir tahun.“Pada Oktober puncak musim hujan 2025/2026 di wilayah Kalteng bervariasi pada Oktober hingga November 2025,” beber Arini saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat .Baca juga: Media Asing Soroti Pernyataan Prabowo soal Banjir Sumatera: Butuh 2-3 Bulan untuk PulihPuncak musim hujan pada Oktober 2025 terjadi di wilayah Kalteng bagian barat seperti Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur bagian utara dan selatan, serta Katingan bagian utara.“Sementara itu, untuk puncak musim hujan bulan November 2025 diprediksi terjadi di wilayah Kalimantan Tengah bagian timur seperti Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, Palangka Raya, sebagian besar Katingan, dan Kotawaringin Timur bagian tengah,” sebutnya.Menjelang akhir 2025, sebagian besar wilayah Kalteng juga diprediksi mengalami hujan dengan intensitas lebat.“Ini karena pengaruh daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang terpantau di wilayah Kalteng. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” tambahnya.
(prf/ega)
Banjir Meluas di Kalteng, Barito Timur Belum Surut, Kini Gunung Mas juga Terendam
2026-01-12 04:55:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:30
| 2026-01-12 03:39
| 2026-01-12 03:18
| 2026-01-12 02:46










































