SEMARANG, – Terungkap fakta mengejutkan soal kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang berinisial DLL (35) yang ditemukan tewasKorban ternyata satu kartu keluarga (KK) dengan polisi berinisial AKBP B.DLL ditemukan meninggal di Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, pada Senin pukul 05.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak tanpa busana di lantai kamar kostel.Sebelumnya, Kapolsek Gajahmungkur AKP Nasoir menyatakan, korban sempat bermalam bersama seorang laki-laki.“Inisialnya D, usia 35 tahun. Dia berdua dengan seseorang. Mereka satu kamar, sama laki-laki,” ujar Nasoir, Selasa .Baca juga: AKBP Basuki Dipatsus 20 Hari, Diduga Terlibat Satu KK dengan Dosen Untag Semarang yang Tewas di HotelDLL merupakan tenaga pendidik yang mengajar hukum pidana di Untag Semarang.Kerabat korban, Tiwi, menyebutkan, korban dikenal pendiam dan telah merantau di Semarang sekitar empat tahun, setelah orangtuanya meninggal."Korban masih sendiri (lajang), ia kuliah hingga jadi dosen tetap di Untag belum lama, sekitar 2021 atau 2022," kata Tiwi.Selama tinggal di Semarang, korban memiliki kamar kos sendiri yang berlokasi dekat kostel tempat ia ditemukan meninggal.Tiwi mengungkapkan, korban sering keluar masuk kostel tersebut belakangan ini. "Ya, kabarnya korban sering keluar masuk kostel itu akhir-akhir ini," ujar Tiwi.Tiwi menambahkan, korban tidak memiliki riwayat penyakit serius. "Korban dari dulu kelihatan sehat tidak ada tanda-tanda sakit tertentu," tambahnya.Fakta mengejutkan terungkap setelah kematian korban: DLL dan saksi AKBP B tercatat dalam satu KK.Menurut Tiwi, korban dimasukkan sebagai anggota keluarga AKBP B agar dapat pindah KTP ke Semarang."Iya korban satu KK dengan saksi pertama (AKBP B), katanya sebagai saudara. Kecurigaan ini muncul ketika adik saya menanyakan alamat korban dengan saksi pertama kok sama, ternyata mereka satu KK, korban dimasukkan ke KK sebagai saudara," ungkap Tiwi.Keluarga korban mempertanyakan mengapa AKBP B tidak hadir saat jenazah korban hendak diotopsi, padahal disebut sebagai anggota keluarga.
(prf/ega)
Kenapa Dosen Untag Semarang yang Meninggal di Hotel Satu KK dengan Polisi AKBP?
2026-01-11 22:41:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:08
| 2026-01-11 21:44
| 2026-01-11 21:31
| 2026-01-11 21:11
| 2026-01-11 21:04










































