Baru Kesepahaman, Tambahan 12 Persen Saham RI di PTFI Belum Tertuang dalam Dokumen Resmi

2026-01-12 04:55:37
Baru Kesepahaman, Tambahan 12 Persen Saham RI di PTFI Belum Tertuang dalam Dokumen Resmi
JAKARTA, - Rencana penambahan 12 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada pemerintah Indonesia belum diformalkan secara tertulis.Saat ini, baru ada kesepahaman yang dicapai antara pihak Freeport dengan pemerintah.Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, dalam pembicaraan dengan pemerintah telah tercapai kesepahaman penambahan saham dan perpanjangan izin tambang, meski belum dituangkan dalam dokumen resmi."Jadi sesuai dengan pembicaraan-pembicaraan yang terjadi dengan pemerintah, telah terjadi kesepahaman. Saya sebutnya kesepahaman karena belum ada yang tertulis," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin .Baca juga: Dirut Freeport Targetkan Tambang Grasberg Beroperasi Lagi Kuartal I-2026Ia menuturkan, PTFI bisa mendapatkan kepastian perpanjangan izin pertambangan hingga masa seumur tambang (life of mine), setelah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) berakhir pada 2041.Namun, sebagai gantinya, pihak Indonesia bisa mendapatkan tambahan 12 persen saham PTFI."Ini diperjanjikan dari sekarang sehingga akan memberikan kami juga waktu untuk melakukan eksplorasi yang lebih detail, adanya kepastian sehingga kami bisa spending eksplorasi yang detail dan ini butuh biaya yang banyak," jelas Tony.Ia pun berharap kesepahaman ini bisa segera dituangkan dalam perjanjian tertulis untuk memberikan kepastian pada bisnis PTFI ke depan.Dengan kepastian regulasi, PTFI bisa segera memulai proses eksplorasi yang diperkirakan memakan waktu 3-4 tahun.Lalu dilanjutkan dengan perancangan teknik (design engineering) yang memerlukan 3-4 tahun, serta studi kelayakan (feasibility study/FS) selama 3-4 tahun pula."Jadi kira-kira memang lebih cepat lebih bagus, sehingga supaya tidak terjadi depleting atau pengurangan produksi mendekati tahun 2041 sesuai IUPK kita sekarang," ucap Tony.Jika penambahan divestasi saham 12 persen terealisasi, maka porsi kepemilikan Indonesia di PTFI akan meningkat dari saat ini 51 persen menjadi 63 persen.Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan Freeport McMoRan sepakat untuk melepas saham PTFI sebesar 12 persen kepada Indonesia melalui Mining Industry Indonesia (MIND), Holding BUMN Industri Pertambangan.Meski begitu, ia tak menyebutkan kapan penambahan saham PTFI direalisasikan sekaligus perpanjangan izin tambang yang akan berakhir pada 2041."Negosiasi tambahan Freeport sudah saya nyatakan final, sudah penambahan 12 persen," ujar Bahlil ditemui di Sarinah, Jakarta, Selasa .Baca juga: Produksi Emas Freeport Diperkirakan Turun 30 Persen pada 2026 Akibat Insiden Longsor


(prf/ega)