Polda Riau Bongkar Narkoba Rp 892 M di 2025, Ribuan Tersangka Dijerat

2026-01-30 09:33:54
Polda Riau Bongkar Narkoba Rp 892 M di 2025, Ribuan Tersangka Dijerat
Polda Riau mengungkap pencapaian dalam upaya penindakan terhadap pelaku narkoba. Sepanjang tahun 2025 ini, Polda Riau dan polres jajaran telah menyita berbagai jenis narkoba senilai Rp 892 miliar lebih dan menjerat ribuan tersangka."Nilai barang bukti mencapai Rp 892,8 miliar dan diperkirakan upaya yang dilakukan oleh jajaran narkoba sampai di wilayah polres tersebut menyelamatkan lebih dari 4,5 juta jiwa," ujar Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam rilis akhir tahun di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Minggu (28/12/2025).Kapolda memaparkan, selama 2025 ini, Polda Riau dan polres jajaran mengungkap sebanyak 2.487 perkara. Angka ini mengalami kenaikan sebanyak 234 perkara atau 10,3 persen bila dibandingkan dengan tahun 2024 sebanyak 2.253 perkara."Kemudian jumlah tersangka narkoba di 2025 sebanyak 3.618 orang mengalami kenaikan sebanyak 298 orang atau 8,9 persen bila dibanding tahun 2024 sebanyak 3.320 orang," imbuhnya.Adapun, barang bukti yang disita antara lain 808,88 kilogram sabu; 225.565 butir ekstasi; 76 kilogram ganja; 6.000 butir Happy Five; 4,3 kilogram heroin; 1,55 kilogram ketamin; 1.869 butir obat-obatan berbahaya; dan 517 happy water.Sepanjang 2025 ini, Polda Riau dan jajaran mengungkap sejumlah kasus narkoba berskala besar. Antara lain pengungkapan narkoba di Kabupaten Siak, Pelalawan, Bengkalis, Rokan Hilir (Rohil), Kepulauan Meranti dan di Kota Pekanbaru dengan jumlah barang bukti puluhan kilogram sabu dan ribu butir ekstasi.Dari total 3.618 tersangka yang ditangkap, terdiri atas 3.404 laki-laki, 214 perempuan, dan 14 anak di bawah umur. Dari angka tersebut, Ditresnarkoba Polda Riau menjadi penyumbang terbesar pengungkapan sabu dengan total lebih dari 442 kilogram.Komitmen Polda Riau dalam memerangi narkoba tidak hanya fokus pada penindakan terhadap para pelaku. Polda Riau juga menyita aset-aset dari jaringan narkoba internasional yang mencapai miliaran rupiah."Dengan nilai aset yang disita mencapai Rp 15,26 miliar sebagai bagian dari strategi memutus mata rantai kejahatan," imbuhnya.Kapolda menegaskan pihaknya tidak akan segan-segan menindak setiap bentuk penyalahgunaan narkotika. Komitmen tersebut merupakan wujud kehadiran Polda Riau dalam upaya menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkotika."Ini bukan sekadar angka. Di balik setiap pengungkapan ada generasi yang kita selamatkan," tegas Irjen Herry Heryawan.Jenderal bintang dua ini menyampaikan, peningkatan pengungkapan jumlah tindak pidana narkoba ini merupakan bukti keseriusan Polda Riau dalam memerangi narkotika. Pada kesempatan yang sama, Irjen Herry Heryawan juga menyampaikan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Riau selama setahun ini. Sepanjang 2025 ini, Polda Riau mencatat penurunan angka kriminalitas dibanding tahun 2024."Sepanjang tahun 2025, kami tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan, pemulihan, dan keterlibatan masyarakat. Ini adalah kerja bersama seluruh elemen," ujar Irjen Herry.Dalam pemaparannya, Irjen Herry Heryawan menyampaikan angka kejahatan di wilayah hukum Polda Riau sepanjang 2025 mengalami penurunan. Polda Riau mencatat jumlah total kejahatan di 2025 mencapai 11.651 perkara, turun 2.548 perkara atau 17 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 14.199 perkara.Sementara itu, tingkat penyelesaian perkara justru mengalami peningkatan signifikan. Dari total perkara yang ditangani, 9.398 perkara atau 81 persen berhasil diselesaikan, naik dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 70 persen."Capaian ini mencerminkan bahwa upaya, komitmen, dan konsistensi Polda Riau dalam penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan di Polda Riau yang terus kami jaga," tegas Kapolda.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-30 08:55