Kilang Pertamina Internasional dan Polytama Perkuat Sinergi Hulu-Hilir Petrokimia Berbasis Ekonomi Hijau

2026-02-06 09:20:43
Kilang Pertamina Internasional dan Polytama Perkuat Sinergi Hulu-Hilir Petrokimia Berbasis Ekonomi Hijau
- PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) semakin memantapkan dukungannya terhadap program hilirisasi industri petrokimia guna menopang industri nasional.Salah satu wujud penguatan hilirisasi tersebut ditandai dengan pembaruan komitmen kerja sama melalui Kontrak Jual Beli Produk Propylene antara KPI dan PT Polytama Propindo (Polytama) untuk periode lima tahun, terhitung mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2030.Kerja sama tersebut merupakan wujud nyata dukungan KPI terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi, akselerasi hilirisasi industri, dan mendorong keberlanjutan ekonomi hijau.Direktur Optimasi Feedstock & Produk KPI Erwin Suryadi mengatakan, kerja sama KPI dan Polytama merupakan sinergi strategis hulu–hilir dalam pengolahan produk petrokimia, terutama propylene yang diolah menjadi polypropylene (PP). Produk tersebut menjadi salah satu andalan KPI dan berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp 17,5 triliun per tahun.Baca juga: Kilang Pertamina Dorong Akses Energi Terbarukan di DesaErwin menjelaskan, langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya cita kelima, yakni membangun ekonomi yang berdikari melalui penguatan sektor industri, pertanian, dan kelautan.“Kolaborasi ini juga ditujukan untuk menekan ketergantungan impor polypropylene yang saat ini masih berada di kisaran 1–1,5 juta ton per tahun, serta meningkatkan efisiensi operasional dan keuntungan konsolidasi di tingkat grup,” ujar Erwin dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Ia menambahkan, KPI akan menjamin stabilitas pasokan bahan baku untuk memastikan suplai yang efisien bagi Polytama.“Melalui jaminan stabilitas suplai bahan baku dari sisi hulu yang didukung infrastruktur pipa eksisting yang telah beroperasi, KPI memberikan kepastian pasokan yang efisien bagi Polytama sebagai pihak hilir, sehingga kemitraan ini memberi manfaat optimal dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” jelas Erwin.Erwin menilai, pembaruan kerja sama KPI dan Polytama menjadi tonggak penting bagi hilirisasi petrokimia di Indonesia. Selain selaras dengan Asta Cita pemerintah, kolaborasi ini turut berkontribusi dalam membangun industri petrokimia yang tangguh sebagai pilar ekonomi nasional.Baca juga: 30 Hari Bencana Sumatera, Pertamina Kirim Bantuan Energi hingga Air Bersih ke 86.289 JiwaKerja sama tersebut juga menjawab persoalan klasik sektor minyak dan gas bumi (migas) terkait kepastian pasar bagi produk yang dihasilkan di sisi hulu. Dalam konteks ini, keberadaan Polytama sebagai mitra hilir dinilai sangat strategis.Dengan kapasitas yang terus berkembang serta dukungan berbagai pabrikan, Polytama mampu menyerap produk kilang seperti propylene dan mengolahnya menjadi polypropylene bernilai tambah tinggi.“Adanya kerja sama ini memudahkan pengembangan, termasuk diversifikasi dan penguatan produk kilang agar dapat dimaksimalkan dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujar Erwin.Sementara itu, Vice President (VP) Commercial & Sales KPI Aji Danardono menambahkan bahwa sinergi KPI dan Polytama meliputi kerja sama suplai produk hulu petrokimia berupa propylene yang selanjutnya diolah menjadi produk hilir polypropylene.Selain aspek bisnis, kedua perusahaan juga memiliki komitmen nyata terhadap konsep energi hijau. Hal ini tecermin dari capaian KPI dan Polytama yang sama-sama meraih penghargaan Proper Emas serta menghasilkan produk ramah lingkungan.Baca juga: Pertamina Ternyata Kelola Aset Migas di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-06 08:14