Waspada Cuaca Ekstrem di Sumsel Saat Nataru, BMKG Prediksi Hujan Lebat hingga 1 Januari 2026

2026-01-12 06:29:53
Waspada Cuaca Ekstrem di Sumsel Saat Nataru, BMKG Prediksi Hujan Lebat hingga 1 Januari 2026
PALEMBANG,  - Sejumlah wilayah di Kabupaten/ kota Sumatera Selatan berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa  hujan deras disertai angin kencang ketika memasuki Natal dan Tahun Baru (Nataru).Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan mencatat, 19-21 Desember 2025 cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Banyuasin, kota Palembang, Musi Banyuasin (Muba), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), OKU, Muara Enim, Lahat dan Pagar Alam. Kemudian, pada 22-25 Desember 2025 kondisi yang sama juga diperkirakan akan berlangsung di wilayah Muba, Mura, Muratara, Palembang, Banyuasin, termasuk Prabumulih. Baca juga: Hujan Berdurasi Lama Diprakirakan Landa Sumatera Utara, BMKG Minta Warga SiagaKepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto mengatakan, cuaca ekstrem tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh fenomena aktifnya gelombang Equatoria Kelvin di Indonesia, serta adanya pola konvergensi dan belokan angin yang mempercepat pertumbuhan awan hujan.Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase negatif dengan indeks mencapai -0.26. Angka tersebut, menjadi indikasi ada penumpukan uap air yang memicu peningkatan awan hujan di Indonesia bagian barat. “Kondisi global tersebut turut berperan dalam perubahan cuaca di Sumsel, sehingga terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dibarengi petir dan angin kencang,”kata Siswanto, Senin .Baca juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di NTT hingga 28 Desember 2025Siswanto menjelaskan, curah hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi pada periode 25 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan lokasi rawan terjadinya longsor pun diminta waspada."Kami menyarankan masyarakat yang bermukim di zona rawan untuk selalu memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal BMKG sebelum merencanakan aktivitas di luar rumah,”ujarnya.Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan maupun bantaran sungai untuk waspada memasuki puncak musim hujan. Baca juga: BMKG Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor di Jateng Akhir Desember 2025, Ini Daftar Wilayah RawannyaTerpisah, Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman mengungkapkan, masyarakat diminta untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun tim tanggap bencana di daerah untuk memberikan informasi jika ada perubahan dan peningkatan debit air ataupun tanda bencana. Saat ini, sudah ada 10 wilayah yang menetapkan siaga darurat bencana. Daerah tersebut adalah, OKU, Pagar Alam, Prabumulih, Muba, Ogan Ilir, Muratara, OKI, Lubuk Linggau, OKU Selatan, dan Banyuasin. “Dengan adanya status siaga ini, seluruh fokus penanganan bencana akan dimaksimalkan di daerah tersebut. Diharapkan dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan, serta keselamatan masyarakat di wilayah Sumsel dapat lebih terjaga," ujar Sudirman, Senin . Baca juga: Bibit Siklon 93S Diprediksi Meningkat Jadi Siklon Tropis Kategori 2, BMKG Keluarkan PeringatanBPBD Sumsel mencatat, sepanjang Januari hingga 17 Desember 2025, terdapat 259 kejadian bencana. Bencana alam tersebut didominasi banjir sebanyak 98 kali, angin kencang 81 kali, kebakaran permukiman 52 kali, tanah longsor 24 kali, angin puting beliung tiga kali dan banjir bandang satu kali. Akibat bencana itu, sebanyak 156 unit bangunan rusak berat, 81 rusak sedang dan 336 rumah rusak ringan, serta 62.800 rumah terendam. Tak hanya rumah warga dan fasilitas publik yang terdampak, ribuan hektare (ha) lahan pertanian dan ratusan ha lahan perkebunan terendam. "Total ada 37.655 KK terdampak, 205 KK mengungsi, 7 jiwa luka-luka, dan 3 jiwa meninggal dunia. Sedangkan dampak lainnya 2.154 ha sawah terendam dan 374,5 ha perkebunan terdampak," jelasnya.


(prf/ega)