Seperti Main Game, Petani Kulon Progo Bajak Sawah Pakai Traktor Remote

2026-02-04 03:54:04
Seperti Main Game, Petani Kulon Progo Bajak Sawah Pakai Traktor Remote
KULON PROGO, KOMPAS - Petani Kulon Progo, Yogyakarta mulai mencoba membajak sawah menggunakan traktor remote. Inovasi ini cukup seru, karena disebut seperti bermain game.Traktor tanpa awak ini akan dikembangkan di Kabupaten Kulon Progo. Teknologi ini memungkinkan traktor berjalan sendiri membalik tanah tanpa perlu dikendalikan langsung oleh operator. Pengembangan dilakukan dengan menambahkan sistem kendali jarak jauh (remote control) pada traktor jenis rotari.Operator cukup mengarahkan traktor dari tepi sawah tanpa perlu turun ke lumpur seperti saat mengoperasikan traktor manual.“Dengan teknologi modern, kita lebih menghemat tenaga tetapi hasilnya maksimal,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo, Trenggono Trimulyo, dalam keterangan tertulis Dinas Kominfo Kulon Progo, Kamis .Baca juga: Pemkab Kulon Progo Kenalkan Candi Borobudur Lewat Festival Arung JeramBila akan dioperasikan, petani seperti biasa meletakkan traktor pada lahan yang akan dibajak. Kemudian, mesin tetap dinyalakan secara manual.Setelah itu, traktor dapat dikendalikan melalui remote control. Bulak Ngesti Utomo 2, Ngestiharjo, Wates, menjadi lokasi pertama uji coba penggunaan alat ini.Petani Gapoktan Ngestiharjo, Sahadadi Mulyono, menjelaskan bahwa cara mengoperasikan traktor ini mirip bermain game.“Operator tinggal duduk di pinggir sawah. Tidak perlu lagi berjalan di atas lumpur,” kata Sahadadi.Menurut dia, traktor rotari memiliki tapak yang lebih lebar sehingga lebih cocok untuk kondisi lahan di Ngestiharjo dibandingkan tipe singkal.Baca juga: Teknik Emposan Jadi Jurus Petani Kulon Progo Hadapi Endemik TikusSelain itu, traktor yang dikendalikan jarak jauh akan lebih menghemat tenaga karena kemampuannya yang bisa sampai 30 kali putar.Dengan modernisasi alat pertanian ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja sekaligus menarik minat generasi muda, khususnya Gen Z, untuk kembali bertani.Trenggono menegaskan bahwa modernisasi alat mesin pertanian merupakan langkah penting untuk mewujudkan pertanian yang lebih praktis dan efisien.“Yang paling penting, teknologi ini bisa menarik minat anak muda untuk kembali ke sawah,” katanya.Ia menambahkan bahwa DPP akan mengupayakan penambahan unit traktor digital melalui dukungan anggaran pusat dan Danais, mengingat APBD daerah belum memungkinkan pengadaan dalam jumlah besar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-04 03:59
#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-04 02:36