Infrastruktur Terputus, Pertamina Atur Ulang Pola Distribusi Energi di Tengah Banjir dan Longsor

2026-01-11 03:27:52
Infrastruktur Terputus, Pertamina Atur Ulang Pola Distribusi Energi di Tengah Banjir dan Longsor
JAKARTA, - Kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membuat PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian besar pada pola distribusi energi.Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, meski sejumlah akses utama terputus, PPN memastikan pasokan BBM dan LPG tetap mengalir dengan menerapkan skema distribusi darurat.“Kami memastikan masyarakat tetap dapat mengakses BBM. Meski banyak jalur terputus, tim kami terus bergerak mencari rute alternatif agar penyaluran tidak terhenti,” kata Roberth dalam keterangannya pada Sabtu .Baca juga: Akses Terputus akibat Banjir, Pertamina Alihkan Rute Distribusi Energi ke Sumut dan AcehRoberth, menjelaskan bahwa kondisi lapangan yang berubah cepat membuat tim distribusi harus terus mengidentifikasi jalur alternatif.Sebagian rute yang sebelumnya menjadi jalur suplai utama tidak bisa dilalui mobil tangki karena jembatan amblas, jalan terputus, hingga genangan banjir yang terlalu tinggi.Tidak hanya akses darat, suplai melalui jalur laut juga terdampak gelombang tinggi. Namun, ketersediaan stok tetap aman setelah tiga kapal sandar dan melakukan pembongkaran.Untuk itu kata Robert ada empat kapal lain disiagakan sebagai floating stock untuk menjaga ketahanan pasokan regional.Dari sisi ketahanan stok solar dan pertalite dari suplai laut tercatat masih mampu memenuhi kebutuhan hingga dua pekan ke depan.Sebagian SPBU di wilayah banjir mengalami gangguan operasional karena air masuk ke area tangki pendam dan pulau pompa, sehingga beberapa harus menghentikan layanan sementara demi keselamatan."Meski begitu, mayoritas SPBU tetap beroperasi," lanjutannya.Baca juga: Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Julfi Hadi Mengundurkan DiriDari sisi distribusi LPG ia tak menampik bahwa terdapat kendala. Akses jalan yang tidak aman membuat tabung kosong dan penuh sulit bergerak dari dan menuju SPBE.Namun seiring sejumlah jalur alternatif mulai dibuka, SPBE dan agen prioritas sudah mulai kembali menerima pasokan.Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan berbagai langkah mitigasi, seperti pengalihan suplai (RAE) dari terminal yang tidak terdampak, penambahan mobil tangki, serta penguatan monitoring oleh Satgas agar titik-titik kritis tetap mendapatkan layanan energi.


(prf/ega)