Wilayah yang Terdampak Cuaca Ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 93S dan 95S, Ada Jateng

2026-01-11 03:14:51
Wilayah yang Terdampak Cuaca Ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 93S dan 95S, Ada Jateng
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan kemunculan Bibit Siklon Tropis 93S dan Bibit Siklon Tropis 95S di dekat Indonesia.Bibit Siklon Tropis 93S mulai terbentuk sejak 11 Desember 2025 pukul 00.00 UTC (07.00 WIB) di wilayah Samudra Hindia sebelah selatan Bali–Nusa Tenggara Barat.Pada Senin, 15 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi berada di sekitar 12.8°LS 113.5°BT. Kecepatan angin maksimum terpantau di sekitar sistem, yaitu 15 knot (28 km/jam) di wilayah utara sistem dengan tekanan minimum sekitar 1005 hPa.Dilansir dari rilis resmi, berdasarkan pengamatan citra satelit 12–24 jam terakhir, terpantau adanya peningkatan aktivitas konvektif di sekitar sistem yang ditandai dengan meluasnya area deep convection dan dense overcast."Bibit Siklon Tropis 93S didukung oleh aktifnya gelombang low frequency di sekitar sistem, suhu permukaan laut hangat (28–30 °C), wind shear dalam kategori rendah–sedang (15–20 knot), serta vortisitas cukup kuat dari lapisan permukaan hingga menengah," tulis BMKG.Adapun kondisi yang kurang mendukung pertumbuhan sistem yaitu kelembapan udara yang cukup kering terutama di sebelah barat sistem pada lapisan 850 hPa hingga lapisan 500 hPa, divergensi yang masih lemah, serta belum adanya inflow angin yang kuat menuju sistem.Baca juga: Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak Cuaca Ekstrem hingga Dua Bulan ke DepanSelain Bibit Siklon Tropis 93S, BMKG juga mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 95S yang mulai terbentuk pada 15 Desember 2025 pukul 00.00 UTC (07.00 WIB) di wilayah Laut Arafura barat Papua Selatan.Pada Selasa pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi berada di sekitar 8.8°LS 134.4°BT. Kecepatan angin maksimum terpantau di sekitar sistem yaitu 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan minimum sekitar 1005 hPa.Berdasarkan data angin permukaan dari Hysat, kecepatan angin maksimum 20 knot terpantau di sebagian kuadran timur laut dari pusat sirkulasi.Dan berdasarkan pengamatan citra satelit 12–24 jam terakhir, aktivitas konvektif mulai mengalami peningkatan yang ditandai dengan adanya dense overcast dan dense convective yang terpantau berada di sebelah barat dari pusat sirkulasi, tepatnya di sekitar Kep. Tanimbar.Berdasarkan analisis angin per lapisan, teridentifikasi sirkulasi siklonik dari lapisan permukaan hingga 850 hPa namun intensitasnya masih lemah, sementara pada lapisan 700–500 hPa, sirkulasi terlihat melebar ke timur.Baca juga: BMKG Peringatkan Akan Ada Cuaca Ekstrem di Lampung Imbas Siklon Tropis BakungBerdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit Siklon Tropis 93S diprakirakan persisten dengan pergerakan yang cenderung stasioner.Dalam 48–72 jam ke depan intensitas sistem diprakirakan akan persisten dengan kecenderungan meningkat secara perlahan, ditandai dengan kecepatan maksimum mencapai 20–25 knot di wilayah timur sistem dengan pergerakan ke arah barat daya.Potensi Bibit Siklon Tropis 93S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–72 jam ke depan berada dalam kategori peluang "Rendah".Sedangkan menurut prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan, intensitas Bibit Siklon Tropis 95S diprakirakan persisten akibat adanya intrusi udara kering dari selatan yang bergerak menuju sistem.


(prf/ega)