- Festival Kinarya Motekar Situ Gede yang digelar di kawasan Danau Situ Gede, Kota Bogor, pada 20–21 Desember 2025, dirancang berbasis riset Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) sebagai upaya menghidupkan ekonomi kreatif (ekraf) sekaligus memperkuat daya tarik wisata kawasan tersebut secara berkelanjutan.Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan festival yang menghadirkan ruang temu antara olahraga, seni, budaya, dan aktivitas ekonomi kreatif dengan melibatkan masyarakat lokal.Pendekatan berbasis riset menjadi fondasi utama perancangan festival agar tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan memberi dampak jangka panjang bagi pengembangan destinasi wisata Situ Gede.Festival Kinarya Motekar Situ Gede terhubung langsung dengan penelitian yang diketuai oleh dosen Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara (Event Management) MNP, Kurniawan Gilang Widagdyo.Penelitian tersebut mengkaji strategi pengembangan daya tarik wisata berbasis ekonomi kreatif di Destinasi Wisata Situ Gede, Kota Bogor.Baca juga: Bali Sepi Wisatawan Jelang Libur Akhir Tahun? Ini Kata Asosiasi WisataDalam penelitian itu, pendekatan keilmuan event management diintegrasikan ke dalam perancangan dan pengelolaan festival sebagai produk wisata. Pendekatan ini memastikan kegiatan tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif masyarakat."Festival ini dirancang sebagai event berbasis riset. Prinsip-prinsip event management diterapkan mulai dari perencanaan program, pengelolaan pengunjung, pelibatan usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga evaluasi dampak kegiatan,” ujar Gilang.Ia berharap, Festival Kinarya Motekar Situ Gede dapat menjadi model pengembangan destinasi wisata berbasis ekonomi kreatif.Sebagai informasi, riset tersebut didanai melalui skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2025, serta didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) MNP.Melalui integrasi riset dan kolaborasi multipihak, Festival Kinarya Motekar juga berfungsi sebagai media pembelajaran kontekstual bagi pengembangan keilmuan event management sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat.Baca juga: Akademisi IPB Sebut Hutan Adat Bisa Tekan Emisi Gas Rumah Kaca dan Krisis IklimDalam Festival Kinarya Motekar Situ Gede, berbagai agenda digelar selama dua hari pelaksanaan, mulai dari balap rakit di Danau Situ Gede, pertunjukan musik akustik di tepi danau, hingga fashion lake yang menampilkan karya busana berbahan daur ulang.Pelaku usaha lokal juga turut ambil bagian melalui bazar UMKM, yang menghadirkan produk kuliner, kriya, serta hasil ekonomi kreatif masyarakat sekitar.Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga edukatif dan partisipatif.Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Situ Gede Hamdani menyampaikan bahwa Festival Kinarya Motekar merupakan bagian dari upaya masyarakat dalam memperkenalkan potensi kawasan Situ Gede secara lebih luas.Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata.Baca juga: Libur Akhir Tahun di Bandung, Ini Pilihan Wisata Selain di Kota
(prf/ega)
Berbasis Riset MNP, Festival Kinarya Motekar Hidupkan Ekonomi Kreatif Situ Gede
2026-01-11 22:17:30
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:45
| 2026-01-11 22:12
| 2026-01-11 21:39
| 2026-01-11 21:32
| 2026-01-11 21:23










































