Ketua Komisi V DPR Kritik Keterlambatan Penanganan Banjir Sumatera

2026-01-12 06:06:52
Ketua Komisi V DPR Kritik Keterlambatan Penanganan Banjir Sumatera
JAKARTA, - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengkritik lambannya pemerintah dalam menetapkan status tanggap darurat dan mengatasi dampak banjir Sumatera.“Ya, memang kalau saya bilang, kita itu di satu minggu pertama itu agak terlambat menetapkan status bencana ini kalau saya lihat ya. Mungkin pemerintah menduga tidak semasif dan seluas ini dampak yang ditimbulkan,” ujar Lasarus di Gedung DPR RI, Selasa .Baca juga: Banjir Sumatera Jadi Pelajaran, Kalimantan Utara Siapkan Regulasi Cegah Ekspansi SawitMenurut Lasarus, penanganan awal yang ideal seharusnya mampu membuka seluruh akses wilayah terdampak dalam kurun satu minggu.Namun, hingga memasuki dua pekan lebih, masih ada sejumlah daerah yang terisolasi.“Sehingga harusnya tanggap darurat yang ideal itu kan di seminggu pertama itu, paling tidak seluruh akses sudah bisa dibuka,” sambungnya.Baca juga: Pemulihan Jiwa Korban Banjir SumateraLasarus mengatakan, keterlambatan itu terbukti dengan masih adanya enam kabupaten yang belum bisa diakses hingga kemarin, atau pada hari ke-14 pascabencana.“Ini sudah 2 minggu 14 hari, masih ada kemarin, kemarin saya belum tahu hari ini update, ada 6 kabupaten yang masih belum bisa diakses, masih terputus. Kita belum bicara kecamatan, belum bicara desa. Ini karena keterlambatan kalau menurut saya ya,” ungkap Lasarus.Dalam kesempatan itu, Lasarus memaparkan kebutuhan anggaran untuk pemulihan dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana diperkirakan sangat besar.Berdasarkan informasi dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, untuk wilayah Sumatera Barat saja membutuhkan Rp 13 triliun.“Pak Menteri PU masih di sana kontak saya, minimal Sumbar itu aja butuh Rp 13 triliun. Rp 13 triliun hanya untuk Sumatera Barat, belum Aceh lebih parah lho,” ungkap dia.Menurut Lasarus, kondisi di Aceh justru lebih parah dibandingkan di Sumatera Barat.Sementara itu, Sumatera Utara juga mengalami kerusakan yang tak kalah berat.“Aceh itu lebih parah dari Sumatera Barat. Kemudian juga Sumatera Utara itu juga beda-beda tipis sama Aceh. Ini pasti butuh rekonstruksi lebih besar,” jelasnya.Baca juga: Bertambah Lagi Korban Jiwa Banjir SumateraLasarus menambahkan, untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan lebih lanjut, Komisi V DPR akan meninjau langsung lokasi bencana, Rabu .“Maka Komisi 5, besok kami akan ke sana, tanggal 10 saya akan terbang langsung ke lokasi supaya bisa melihat. Supaya saya ada feel lah ya, seperti apa sih sebetulnya yang harus kita mitigasi dari sisi kami DPR memberi dukungan kepada pemerintah,” pungkasnya.Salurkan bantuan Anda untuk korban banjir Sumatera lewat tautan kanal donasi di bawah ini:https://kmp.im/BencanaSumatera


(prf/ega)