Prakiraan Cuaca di Jateng 25-28 Desember 2025, Didominasi Hujan Ringan

2026-02-01 22:19:50
Prakiraan Cuaca di Jateng 25-28 Desember 2025, Didominasi Hujan Ringan
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah (Jateng) akan mengalami hujan ringan, namun beberapa daerah juga dipantau berpotensi hujan lebat yang dapat disertai petir pada periode 25-28 Desember 2025.Masyarakat diimbau tetap memantau cuaca harian karena kondisi atmosfer masih tidak stabil di puncak musim hujan.Daerah yang berpotensi hujan di Jateng 25-28 Desember 2025Hujan ringan terjadi di daerah:Di sebagian besar wilayah Jawa Tengah, kondisi hujan ringan diprediksi dominan sepanjang hari.Potensi hujan sedang lebat disertai petir:Baca juga: Mengapa Bendera One Piece Ramai Dikibarkan? Ini Analisis SosiologBaca juga: 5 Poin Analisis Sosiolog soal Ramainya Pengibaran Bendera One Piece Jelang 17 AgustusHujan RinganHujan ringan diprediksi akan terjadi terutama pada sore hingga malam hari, dengan durasi hujan yang relatif tidak ekstrem.Hujan RinganHujan RinganBMKG mencatat bahwa potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih tetap perlu diwaspadai, terutama pada 25 Desember 2025, meskipun tidak dominan di seluruh wilayah Jateng.Kondisi ini dapat meningkat secara lokal akibat aktivitas awan konvektif di siang atau sore hari.Meski hujan ringan dominan dalam prakiraan sepekan ini, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca secara tiba-tiba, terutama saat memasuki sore hingga malam hari.Hujan yang berulang, meskipun ringan, dapat menyebabkan genangan lokal atau gangguan aktivitas di luar ruangan, sehingga pemantauan informasi harian sangat dianjurkan.Baca juga: Cara Cek CCTV Pantai Jogja untuk Mengetahui Kondisi Cuaca Sebelum Liburan


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-01 21:25