Tiket Termurah Piala Dunia 2026 Rp 1 Juta, FIFA Ungkap Kenapa Mahal

2026-02-01 03:37:43
Tiket Termurah Piala Dunia 2026 Rp 1 Juta, FIFA Ungkap Kenapa Mahal
DUBAI, - Presiden FIFA Gianni Infantino pada Senin mengungkap alasan mengapa harga tiket Piala Dunia 2026 dinilai terlalu mahal oleh sejumlah pihak.Kelompok Football Supporters Europe (FSE) menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap kebijakan harga FIFA.Dalam pernyataannya, mereka menyebut tiket Piala Dunia 2026 bisa hampir lima kali lebih mahal dibandingkan edisi 2022 di Qatar.Baca juga: Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Termurah Rp 70 Juta, Bisa buat DP RumahMerespons kritik tersebut, FIFA mengumumkan bahwa sebagian kecil tiket akan ditawarkan dengan harga lebih terjangkau, yakni sekitar 60 dollar AS (Rp 1 juta).Meski demikian, FSE menyebut langkah itu belum cukup untuk menjamin inklusivitas penonton dari kalangan ekonomi menengah dan bawah.Infantino menegaskan bahwa semua pendapatan dari turnamen akan dikembalikan ke dunia sepak bola melalui berbagai program pengembangan di banyak negara.“Yang penting adalah, pendapatan yang dihasilkan dari ini kembali ke pertandingan di seluruh dunia,” ucap Infantino di World Sports Summit di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).“FIFA adalah satu-satunya organisasi di dunia yang membiayai sepak bola di seluruh dunia. Tanpa FIFA, tidak akan ada sepak bola di 150 negara. Sepak bola ada berkat pendapatan dari Piala Dunia yang kami investasikan kembali ke seluruh dunia,” lanjutnya, dikutip dari kantor berita AFP.Penjualan tiket Piala Dunia 2026 ditargetkan mencapai enam hingga tujuh juta lembar, menjadikannya salah satu ajang olahraga terbesar secara komersial dalam sejarah FIFA.Baca juga: FIFA Rilis Tiket Murah Piala Dunia 2026, Harganya Hampir Rp 1 JutaTANGKAPAN LAYAR Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan sambutan sebelum suasana pengambilan undian untuk turnamen playoff antarkonfederasi Piala Dunia 2026 dan playoff Eropa di Home of FIFA, Zurich, Swiss, pada Kamis .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-01 02:08