Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran di Bantul hingga Underpass Gatsu Sumut

2026-01-31 00:34:50
Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran di Bantul hingga Underpass Gatsu Sumut
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Jembatan Kabanaran di Bantul, DIY, dan empat infrastruktur lainnya secara hybrid. Prabowo berharap infrastruktur ini akan mempermudah konektivitas dan akses warga di daerah setempat."Diharapkan ini akan mempermudah konektivitas, mempermudah akses kepada daerah yang begitu indah, begitu penting dengan budaya Jawa penuh spiritualitas," kata Prabowo saat peresmian di Jembatan Kabanaran, Bantul, DIY, Rabu .Prabowo mengungkap ada wacana membangun kawasan tersebut untuk pariwisata. Prabowo mendukung langkah tersebut karena untuk meningkatkan pariwisata Indonesia."Kita mendengar ada wacana-wacana untuk membangun kawasan ini untuk mendukung pariwisata, akan ada hotel yang bagus, fasilitas," ujarnya."Memang kita harus dorong pariwisata, karena pariwisata penyumbang devisa yang sangat besar dan adalah penyerap lapangan kerja yang sangat besar pula," lanjutnya.Prabowo mengatakan pariwisata Indonesia saat ini mengalami peningkatan 20%. Ia menyebut perkembangan itu sangat baik untuk perekonomian."Alhamdulillah tahun ini pariwisata kita meningkat 20%. Salah satu peningkatan sangat berarti dalam perkembangan ekonomi kita," ujarnya.Selain Jembatan Kabanaran, Prabowo secara hybrid meresmikan infrastruktur lain di beberapa wilayah, yakni Jembatan Sungai Sambas Besar Kalimantan Barat, Flyover Canguk Jawa Tengah, Underpass Gatot Subroto Sumatera Utara, dan Underpass Joglo, Jawa Tengah.Tonton juga video "Prabowo Resmikan RS Kardiologi Solo: Inisiatif Jokowi, Saya Beruntung"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-31 00:09