PIDIE JAYA, - Suara gemuruh angin kencang di tengah hujan deras membangunkan Asiah dari tidurnya, Rabu dini hari. Hanya berselang menit, seketika air naik merendam rumahnya. Asiah panik tidak tahu air tersebut berasal dari mana. Dia baru sadar kalau itu banjir saat warga mulai berteriak dan berlarian ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.Banjir bandang melumat rumah Aisiah dan warga lainnya di Desa Blang Awe, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.Malam itu sekitar pukul 02.00 WIB, Asiah sambil memeluk buah hatinya menyelamatkan diri ke atas atap rumah.Baca juga: Bupati Aceh Timur: Rakyat Kami 2 Hari Tidak Makan…"Saat malam kejadian, suara dentuman di sungai itu luar biasa, enggak pernah kami dengar suara seperti itu. Saya peluk anak, sedih sekali, enggak tahu harus ngapain lagi.""Saat air sudah mulai naik kami enggak sempat lari lagi, harus naik ke atas atap rumah," katanya saat ditemui Kompas.com, Sabtu .Setelah beberapa saat berada di atas atap rumah, Asiah dan anak lelakinya kemudian dievakuasi warga menggunakan tali agar bisa turun untuk mengungsi ke tempat lebih tinggi. "Suami saya masih tinggal di atap rumah. Sementara kami ditarik pake tali, dibawa ke jalan (tempat tinggi), sampai di sana anak-anak sudah kedinginan, baju pun enggak ada. Alhamdulillah kami semua selamat," ujarnya sambil menangis./Zuhri Noviandi Asiah (kanan) warga Desa Blang Awe, Pidie Jaya, korban banjir yang saat ini mengeluhkan bantuan makanan dan air bersih.Asiah menyebutkan, dalam musibah itu tidak ada barang yang bisa diselamatkan selain baju di badan. Bahkan, rumahnya sendiri saat ini rusak parah tertimbun lumpur.Desa Blang Awe termasuk salah satu daerah yang terdampak parah di Pidie Jaya. Sejumlah rumah warga ada yang hilang tertutup lumpur bekas banjir. "Saat ini rumah kami memang hancur semua, enggak ada sisa. Sekarang tinggal di rumah tetangga sementara. Ini baju pun punya tetangga kami pakai," ucapnya. Selain itu, Asiah menceritakan, padi di dalam karung yang baru saja panen semuanya juga ikut hanyut dibawa air tanpa sisa. Baca juga: Hoax! Korban Meninggal Dunia akibat Banjir Aceh Capai 400 OrangMenurut Asiah, banjir melanda Desa Blang Awe kali ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya musibah banjir juga pernah merendam desanya, namun tidak terlalu parah. "Dulu ada juga banjir-banjir tapi enggak separah ini, dulu cuma sebetis, tapi sekarang emang tenggelam kita," tuturnya. Saat ini, sebut Asiah, kondisi warga di desanya kesulitan memperoleh air bersih. Selain kebutuhan makanan, paling mendesak adalah pakaian. "Pakaian anak-anak, susu, dan makanan. Itu yang kami butuhkan sekali saat ini. Kami memang butuh sekali bantuan dan perhatian dari bapak-ibu di luar sana," pungkasnya.
(prf/ega)
Malam Kelabu di Blang Awe, Rumah Asiah Hilang Dilumat Banjir
2026-01-12 05:27:09
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:28
| 2026-01-12 05:20
| 2026-01-12 05:00
| 2026-01-12 05:00
| 2026-01-12 03:19










































