Blunder dan Disiplin Jadi Sorotan, Gita Suwondo Peringatkan Kesalahan Sama Tak Boleh Terulang Lawan Brasil

2026-01-16 14:46:53
Blunder dan Disiplin Jadi Sorotan, Gita Suwondo Peringatkan Kesalahan Sama Tak Boleh Terulang Lawan Brasil
- Timnas U17 Indonesia harus menelan pil pahit pada laga perdana babak penyisihan Grup H Piala Dunia U17 2025.Timnas U17 Indonesia kalah 1-3 dari Zambia pada laga fase grup Piala Dunia U17 2025 yang berlangsung di Aspire Zone pitch 7, Doha, Selasa malam WIB.Pasukan Nova Arianto sempat unggul lebih dulu lewat gol Zahaby Gholy pada menit ke-12.Tetapi, keunggulan itu tidak bertahan lama, Zambia bangkit dan mencetak tiga gol balasan melalui dua gol Abel Nyirongo serta Lukonde Mwale.Atas hasil tersebut pengamat sepak bola nasional Gita Suwondo menilai permainan Indonesia sejatinya sudah menunjukkan peningkatan, terutama pada babak pertama.Baca juga: Fakta dan Data Hasil Timnas U17 Indonesia vs Zambia 1-3“Awal mulainya sebenarnya bagus ya, kita imbang di lapangan tengah dan tidak membuat kesalahan di lini belakang. Kita colong gol duluan, Gholy tadi memanfaatkan crossing dari kanan dan akhirnya bisa masuk dari sayap,” ujar penganat yang biasa disapa Bung GAZ itu kepada Kompas.com.Ia juga menyoroti efektivitas serangan Indonesia dari sisi sayap kanan, yang menurutnya bisa kembali dimanfaatkan saat menghadapi laga kedua melawan timnas U17 Brasil di tempat yang sama, Jumat mendatang.“Sebenarnya kita bisa masuk dari sayap kanan, itu harus kita lakukan lawan Brasil nanti. Karena catatannya, saat Honduras melawan Brasil, bek kiri mereka sering telat mundur. Honduras sering masuk dari sisi kiri pertahanan Brasil,” imbuhnya.Baca juga: Permintaan Maaf Evandra Florasta Usai Timnas U17 Kalah dari ZambiaNamun, ia mengingatkan bahwa timnas U17 Brasil memiliki kecepatan dan kemampuan recovery bola yang luar biasa.“Passing mereka mungkin 70-80 persen akurat, tapi begitu salah passing, mereka cepat banget ambil bolanya lagi. Indonesia harus lebih disiplin dari lawan Zambia kemarin,” ujarnya lagi.Menurutnya, tiga gol yang bersarang ke gawang Indonesia yang dijaga penjaga gawang Dafa Al Gasemi saat melawan Zambia sebagian besar akibat kesalahan pemain sendiri.“Gol pertama tadi karena Fabio tidak ada di tempat, gol kedua Evandra kehilangan bola di tengah, dan gol ketiga Baker juga kehilangan bola, Fabio tidak ada di posisinya,” kata Gita Suwondo.“Jadi gol-gol itu hasil dari blunder kita, karena pertahanan tidak disiplin dan kalah cepat dari lawan,” sambungnya.Apalagi ia juga menilai kebiasaan timnas U17 Indonesia yang terlalu percaya diri setelah unggul juga menjadi masalah klasik.“Setelah unggul 1-0, ada kebiasaan Nova Arianto untuk terus menyerang tanpa pikir bertahan. Sama seperti di final AFF melawan Australia waktu itu, unggul duluan, tapi akhirnya habis karena menyerang terlalu tinggi,” ujar jurnalis olahraga senior itu.ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S Pemain Timnas U17 Indonesia, Mathew Baker, memasuki lapangan saat akan bertanding melawan Timnas Zambia pada laga Grup H Piala Dunia U17 di Lapangan 7 Aspire Zone, Doha, Qatar, Selasa .


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-16 14:16