Sheika Safira Wafat Sebelum Wisuda, Sang Ibu Naik Panggung Menerima Penghormatan

2026-01-12 05:05:58
Sheika Safira Wafat Sebelum Wisuda, Sang Ibu Naik Panggung Menerima Penghormatan
KEDIRI, – Suasana Auditorium Wisuda Universitas Islam Kediri (UNISKA) di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu , mendadak berubah haru sekaligus membanggakan.Momen itu terjadi saat prosesi pengumuman wisudawan terbaik dari sejumlah program studi. Satu per satu nama dipanggil untuk naik panggung penghormatan.Ketika nama Sheika Safira, mahasiswi Program Studi Teknik Komputer yang meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,91, diumumkan, tepuk tangan panjang menggema. Sejumlah hadirin berdiri memberi penghormatan.Baca juga: Diangkat Jadi PPPK, Honorer di Brebes Gendong Ayah Tunanetra Berkilometer Menuju Alun-alun Tunaikan NazarNamun, menuju panggung, bukan Sheika yang berjalan.Seorang ibu paruh baya dengan langkah perlahan naik ke panggung mewakili putrinya. Dia adalah Wiwin Sulastri, ibu kandung Sheika Safira.Ia berdiri sejajar dengan para wisudawan terbaik untuk menerima piagam dan uang pembinaan.Pemandangan itu membuat suasana auditorium dipenuhi isak haru. Banyak yang mengusap air mata melihat ketegaran sang ibu.Pemandu acara kemudian menjelaskan bahwa Sheika Safira telah wafat beberapa waktu menjelang pelaksanaan wisuda.Mahasiswi berprestasi dan aktif itu meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, pada malam 24 September 2025.Rektor UNISKA Kediri, Bambang Yulianto, dalam sambutannya menyampaikan duka mendalam atas kepergian Sheika.Ia juga mengumumkan pemberian beasiswa penuh bagi adik Sheika apabila ingin melanjutkan kuliah di UNISKA.“Jika ada adik almarhumah yang berkenan berkuliah di Uniska Kediri, maka kami gratiskan dari masuk sampai lulus. Semoga barokah untuk kita semua,” ujar Bambang.Wiwin Sulastri, ibu Sheika, mengenang putrinya sebagai sosok yang tekun, ulet, dan sangat memahami kondisi keluarga.“Kadang dia masakin buat keluarga biar ibu nggak capek. Dia pinter nyuci, nyapu, masak,” ujarnya kepada kru media kampus UNISKA Kediri.Wiwin yang juga seorang dokter menambahkan bahwa sejak kecil Sheika dibesarkan sebagai perempuan yang serba bisa dan disiplin.“Sheika itu anak yang disiplin. Dia saya didik menjadi perempuan yang serba bisa. Saya didik jadi perempuan yang tidak hanya pintar di luar saja tapi juga di dalam rumah,” tuturnya.Dosen pembimbing akademik Sheika, Iin Kurniasari, mengenang mahasiswi itu sebagai pribadi dengan etos kerja tinggi, perhatian, dan pantang menyerah.“Dia anak yang baik, rajin, ulet, pantang menyerah, penuh tanggung jawab. Dia sangat perhatian dengan temannya, selalu mengingatkan kalau ada yang belum KRS-an. Anaknya supel,” kata Iin.


(prf/ega)