Bicara soal AI, Menko PMK: AI Itu seperti Pesawat, Risiko Kecelakaan Ada tapi...

2026-01-12 03:51:53
Bicara soal AI, Menko PMK: AI Itu seperti Pesawat, Risiko Kecelakaan Ada tapi...
JAKARTA, - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengilustrasikan penggunaan kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intellegence) seperti menaiki pesawat terbang.Pratikno lantas mengakui bahwa penggunaan kecerdasan buatan memiliki risiko, sama halnya ketika berada di dalam pesawat yang juga berisiko terjadi kecelakaan."Jadi sering mengilustrasikan AI itu seperti pesawat, ya risiko kecelakaan ada. Apalagi, kalau pas di udara, buka jendela karena pengin dadah-dadah gitu misalnya. Ingin megang mendung gitu ya atau buka pintu darurat, ya pasti berbahaya," kata Pratikno dalam agenda Acara Puncak Bulan Inovasi Birokrasi Berbasis Kecerdasan Artifisial yang disiarkan daring, Senin .Namun, menurut Pratikno, saat ini manusia tidak memiliki pilihan dan tidak bisa terhindarkan dari kehidupan modern yang terkait erat dengan perkembangan teknologi.Baca juga: Generasi Muda AI: Ketika Manusia Kehilangan Diri Sendiri"Tapi kan kita tidak ada pilihan. Misalnya berangkat umrah jalan kaki atau naik sepeda, enggak ada pilihan. Ya tetap harus gunakan teknologi, gunakan pesawat jet, gunakan AI," ujarnya.Bahkan, Pratikno menyebut, akan sangat memungkinan ke depannya manusia akan tergantikan oleh AI jika tidak mengikuti kemajuan teknologi saat ini."Tapi yang jelas adalah manusia akan digantikan, oleh manusia dengan AI. Oleh karena itu, mau tidak mau kita update perkembangan teknologi ini untuk kebaikan kita," katanya.Di tengah gempuran teknologi canggih dan pekerjaan yang semakin kompleks, Pratikno berpesan agar tetap menjaga kesehatan fisik dan mental."Pekerjaan makin kompleks, waktu makin sedikit rasanya. Kita harus menjaga kesehatan fisik kita, kita harus menjaga kesehatan mental kita," ujarnya.Baca juga: 20 Salinan Teks Gemini AI Foto Cewek Berbagai Gaya yang Keren Diketahui, Kemenko PMK tengah mengembangkan Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Ceria (Sismonev Ceria), sebuah platform berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Indonesia.Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengatakan, sistem ini telah mulai dikembangkan sejak 2023, untuk memperkuat tata kelola dan efektivitas program lintas kementerian."Kami melaksanakan pre-launching Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Ceria Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif," kata Woro di Kantor Kemenko PMK pada 27 Oktober 2025.Menurut Woro, Sismonev Ceria berfungsi tidak hanya untuk memantau dan mengevaluasi program PAUD HI, tetapi juga memiliki kemampuan prediktif berbasis AI untuk mengidentifikasi kesenjangan layanan anak usia dini di berbagai sektor."Dengan sistem berbasis AI ini, kita bisa memprediksi jika masih ada gap layanan dalam pengembangan anak usia dini," ujarnya.Sistem ini akan diintegrasikan dengan berbagai kementerian dan lembaga yang memiliki program untuk anak usia dini, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Kementerian Agama, Bappenas, BPS, serta Kementerian Dalam Negeri.Baca juga: Kemenko PMK Siapkan Sistem Berbasis AI untuk Monitor Layanan Anak Usia Dini


(prf/ega)