Jakarta - Sebagai tindak lanjut nyata dari komitmen iklim global pada COP30 di Belem, Brasil, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan menyelenggarakan Lokakarya Nasional bertajuk "Gerak Bersama Percepatan Penetapan 1,4 Juta Hektare Hutan Adat yang Tangguh dan Berkelanjutan". Acara strategis ini digelar pada 17-18 Desember 2025 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta.Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya perubahan fundamental dalam cara berpikir dan tata kelola hutan Indonesia. Ia menekankan pentingnya perubahan konsepsi tentang pilihan model pembangunan yang menjaga fungsi ekologi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.“Saat ini kawasan hutan yang dikelola tidak sebanding dengan kapasitas pengamanannya maupun ketersediaan anggaran pendampingannya. Menjaga hutan dengan metode lama tapi berharap hasil yang berbeda merupakan kekeliruan mendasar," kata Menhut dalam keterangannya, Rabu .AdvertisementSektor kehutanan yang dikelola dengan bijak perlu jadi prioritas Indonesia. Perubahan paradigma tersebut, lanjut Menhut, harus dibarengi dengan “Negara Hadir” yang mampu melindungi bagi Masyarakat Hutan Adat (MHA) dengan adat istiadat dan budayanya untuk menghadapi tuntutan tanpa meninggalkan pilar-pilar penopang kehidupan komunitas adatnya.“Dalam forum COP30, telah saya sampaikan bahwa Presiden memberikan arahan untuk mempercepat pengakuan terhadap 1,4 juta hektare wilayah masyarakat hukum adat serta evaluasi tata kelola kehutanan untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.
(prf/ega)
Menhut Tegaskan Percepatan Penetapan 1,4 Juta Hektare Hutan Adat untuk Ketahanan Ekologi
2026-01-12 05:15:48
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:46
| 2026-01-12 04:12
| 2026-01-12 04:04
| 2026-01-12 03:40










































