UPDATE Banjir Longsor Tapteng: 86 Meninggal, 104 Hilang, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

2026-01-11 22:44:11
UPDATE Banjir Longsor Tapteng: 86 Meninggal, 104 Hilang, Status Tanggap Darurat Ditetapkan
TAPANULI TENGAH, – Hingga Senin , jumlah korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) meningkat menjadi 86 orang meninggal dunia, 104 orang hilang, dan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi.Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com mengumumkan, Pemerintah Kabupaten Tapteng telah menetapkan status Tanggap Darurat selama dua minggu pasca-bencana banjir bandang dan longsor yang melanda hampir seluruh wilayah Tapteng."Hingga Senin , data sementara mencatat 86 korban meninggal dunia dan sekitar 104 warga masih dalam pencarian," jelas Masinton.Baca juga: Banjir dan Longsor di Tapteng, Pemerintah Sediakan Internet Gratis, Lokasinya di Perkantoran BupatiIa menambahkan, upaya evakuasi terus dilakukan, namun kondisi medan yang berat membuat proses pencarian sangat sulit.“Banyak titik longsor yang belum bisa dievakuasi karena material menimbun dan akses tertutup. Saat ini, kekuatan personel sekitar 80 orang dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, dan unsur terkait dikerahkan di lapangan," sebutnya.Masinton menjelaskan, hampir seluruh jalur darat menuju Tapteng tidak dapat dilalui akibat longsor. Hal ini menyebabkan banyak jembatan putus dan badan jalan ambles."Akses dari Tapanuli Selatan, Tarutung, Tapanuli Utara, dan Pakpak Bharat putus total. Saat ini, satu-satunya jalur yang masih bisa ditembus adalah rute Subulussalam, Aceh Singkil," ungkapnya.Baca juga: Banjir Binjai, BPBD: 24.961 Jiwa TerdampakDaerah yang paling parah terdampak, menurut Masinton, berada di Kecamatan Tukka, Kecamatan Pandan, dan Kecamatan Sitahuis."Hingga kini, Tapteng dalam kondisi gelap karena listrik belum pulih. Internet dan jaringan komunikasi juga terganggu berat," ucapnya."Kami telah berkoordinasi dengan PLN dan provider jaringan. Air bersih dalam kondisi kritis karena sumber air tertimbun longsor. Kami sangat membutuhkan alat penyaring air," jelasnya.Untuk pengungsi, sebagian dari mereka ditempatkan di rumah keluarga, sekolah, rumah ibadah, gedung fasilitas umum, serta titik penampungan yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tapteng."Jumlah pengungsi mencapai ratusan ribu orang, terutama dari wilayah padat seperti Pandan, Sarudik, Sorkam, dan Tukka," pungkasnya.


(prf/ega)