Kasus Kematian Irene dan Bayinya, Polda Papua Klaim Transparan soal RS Bhayangkara

2026-01-11 23:00:52
Kasus Kematian Irene dan Bayinya, Polda Papua Klaim Transparan soal RS Bhayangkara
JAYAPURA, - Kasus kematian Irene Sokoy bersama bayi dalam kandungan lantaran diduga ditolak oleh 4 rumah sakit di Jayapura pada Senin 17 November 2025 terus mendapatkan perhatian serius.Salah satunya, Kepolisian Daerah (Polda) Papua menunjukkan transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus yang melibatkan Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.Hal ini diwujudkan melalui kegiatan audiensi dan koordinasi bersama tim audit investigasi khusus yang dibentuk oleh Polda Papua, guna melakukan investigasi terhadap Rumah Sakit (RS) Bhayangkara yang terlihat saat menangani pasien Irene Sokoy yang dirujuk dari RSUD Yowari.Baca juga: Kasus Ibu Hamil Meninggal Ditolak 4 Rumah Sakit di Papua, Ini Rekomendasi Tim Audit KemenkesKepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Polisi Cahyo Sukarnito, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperoleh informasi dan kronologi langsung dari semua pihak terkait, khususnya pihak Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.“Kegiatan ini dilakukan agar Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Majelis Rakyat Papua (MRP), serta pihak-pihak berkepentingan bisa mendapatkan informasi langsung dari pihak rumah sakit, guna mengenai kronologis dan tindakan yang dilaksanakan pada saat itu,” kata Cahyo, Kamis .Menurut Cahyo, audiensi tersebut juga merupakan bagian dari upaya Polda Papua untuk menunjukkan keterbukaan dan akuntabilitas dalam penanganan perkara yang sedang berjalan."Tentunya ini juga sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dari Polda Papua, dalam hal ini Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura," katanya.Baca juga: Ibu Melahirkan Meninggal, Wagub Papua Barat: Seluruh Rumah Sakit Wajib Layani PasienKegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan diantaranya tim dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Perwakilan dari Majelis Rakyat Papua (MRP), dipimpin oleh Sekretaris Dewan Kehormatan secara khusus dari Pokja Agama dan Pokja Perempuan dan tim audit investigasi Polda Papua, Kabid Dokkes dan Karumkit RS Bhayangkara Jayapura dan staf.Sebelumnya, Irene Sokoy yang hendak melahirkan dibawa oleh keluarga ke RSUD Yowari, namun kemudian di rujuk ke RSUad Abepura dan selanjutnya dirujuk lagi ke RS Dian Harapan dan RS Bhayangkara Jayapura.Irene Sokoy dan bayi dalam kandungan dinyatakan meninggal dunia, saat keluarga hendak membawanya ke RSUD Dok II Jayapura, namun dalam perjalanan ia menghembuskan nafas terakhir.Baca juga: Sikapi Meninggalnya Irene dan Bayinya, Polda Papua Bentuk Tim Investigasi KhususKasus ini awal viral melalui media sosial dan kini menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah di Papua, guna memperbaiki layanan kesehatan, terutama pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.Pihak Kementerian Kesehatan sendiri telah melakukan investigasi langsung terhadap 4 rumah sakit yang diduga menolak pasien Irene Sokoy yang hendak melahirkan.Hasil investigasi dan rekomendasi dari Kemenkes telah diserahkan langsung ke Gubernur Papua, Matius Derek Fakiri di Jayapura pada Rabu .


(prf/ega)