Jangan Abaikan, Ini 2 Risiko Fatal Berkendara di Musim Hujan

2026-02-02 20:02:42
Jangan Abaikan, Ini 2 Risiko Fatal Berkendara di Musim Hujan
SOLO, - Berkendara di musim hujan tak lepas dari risiko fatal yakni jalan berlubang dan aquaplaning. Keduanya bisa menjadi pemicu kecelakaan fatal yang berujung kematian.Akademisi Universitas Muhammadiyah Semarang dan Praktisi Perkerasan Jalan Wawarisa Alnu Fistcar mengatakan jalan berlubang banyak dijumpai ketika musim hujan, khususnya jalan yang berbahan aspal.“Karakter aspal memang mudah mengelupas ketika kena air, sehingga butuh perawatan lebih ketika musim hujan, selain itu karakternya lebih empuk, sehingga tak akan kuat menahan beban terlalu berat,” ucap Fistcar kepada , belum lama ini.Baca juga: Awas, Kombinasi Jalan Aspal dan Beton Berbahaya Saat HujanArtinya, jalan berlubang sudah menjadi penyakit umum ketika musim hujan. Sehingga, mau tidak mau pengendara perlu mengantisipasinya.Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana pengendara perlu waspada terhadap bahaya lubang jalan, selain dapat merusak komponen kendaraan halangan tersebut kerap memicu terjadinya kecelakaan.“Cara meningkatkan waspada terhadap lubang jalan paling tepat adalah dengan mengurangi kecepatan,” ucap Sony kepada , belum lama ini.Baca juga: Lampu Tambahan Saat Musim Hujan, Perlu atau Justru Berbahaya?Tangkapan layar Seorang pengendara motor terjatuh setelah menghajar lubangSony tidak menyarankan pengendara menghindari lubang jalan karena bisa menjadi kebiasaan yang tidak aman, meskipun boleh saja dilakukan.Lubang jalan bisa terlihat bila pengendara menjaga jarak aman dan kecepatan, sementara dalam kecepatan tinggi tidak akan terlihat. Selain itu, lubang jalan juga akan terlihat seperti jalan rata ketika tergenang oleh air.“Pertama kurangi kecepatan sesaat sebelum melibas lubang atau genangan air, boleh menghindar ke kiri atau kanan dengan asumsi di belakang aman atau kosong, dengan memastikannya lewat kaca spion,” ucap Sony.Baca juga: 3 Cara Mudah Hindari Tabrakan Beruntun di Jalan TolPengendara motor berpotensi oleng ketika melewati jalan berlubang dengan kecepatan tinggi, termasuk menghindarinya dengan manuver mendadak.Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan saat musim hujan ada potensi air menggenang di jalan, khususnya jalan beton yang memiliki resapan minim.“Pada jalan beton bisa lebih licin, karena air cenderung menggenang, dan bisa menyebabkan aquaplaning, maka dari itu pengendara perlu menjaga kecepatan aman,” ucap Marcell kepada , Minggu .Baca juga: Fitur Keselamatan di Mobil yang Paling Terasa Manfaatnya Saat HujanTangkapan layar Instagram @merapi_uncover Pajero Sport Kena Aquaplaning di jalan raya.Genangan air akan menjadi sangat berbahaya bagi kendaraan yang melaju kencang. Pasalnya, air bisa memberikan gaya ke atas ke permukaan ban sehingga kendaraan bisa melayang atau tidak menapak permukaan jalan.Semakin kencang laju kendaraan, dan semakin dalam genangan airnya akan memberikan daya layang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan risiko mobil kehilangan kendali, terpelanting dan sejenisnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-02 20:49