Peneliti IPB Sebut Sumatera Alami Kehilangan Biodiversitas Tertinggi di Indonesia

2026-01-12 03:44:53
Peneliti IPB Sebut Sumatera Alami Kehilangan Biodiversitas Tertinggi di Indonesia
- Pulau Sumatera menunjukkan tren kehilangan biodiversitas tertinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.Kehilangan biodiversitas (keanekaragaman hayati) adalah penurunan atau hilangnya keragaman makhluk hidup di Bumi pada semua tingkatan (genetik, spesies, dan ekosistem), yang ditandai dengan peningkatan kepunahan spesies dan berkurangnya kelimpahan organisme.Seringkali lebih cepat dari laju alami, akibat aktivitas manusia seperti perusakan habitat, perubahan iklim, dan polusi, yang berdampak serius pada fungsi ekosistem dan kesejahteraan manusia.“Analisis pada skala meso di Pulau Sumatra menggunakan Biodiversity Intactness Index (BII) menunjukkan bahwa, berdasarkan data global periode 2017–2020, Sumatra mencatat tingkat kehilangan biodiversitas tertinggi di Indonesia.,” terang Prof Syartinilia seperti dikutip dari laman resmi IPB, Minggu .Prof Syartinilia menyampaikan, pada skenario bisnis seperti biasa, kehilangan biodiversitas hingga tahun 2050 diperkirakan mencapai sekitar 15 persen. Sementara pada skenario keberlanjutan dapat ditekan hingga sekitar 11 persen.Baca juga: Masuk Kedokteran IPB Bisa Pakai Jalur Ketua OSIS, Berikut Syaratnya...Analisis lebih lanjut dilakukan terhadap habitat spesies kunci dan karismatik. Seperti gajah, orangutan, dan harimau Sumatra.Ia menjelaskan bahwa pada skenario bisnis, habitat gajah diproyeksikan menurun hingga 66 persen, sedangkan pada skenario keberlanjutan terdapat potensi peningkatan habitat sekitar 5 persen.“Pendekatan berkelanjutan terbukti mampu menekan kehilangan habitat secara signifikan,” ucapnya.Berdasarkan hasil analisis kajian ini, Prof Syartinilia merekomendasikan berbagai aksi adaptasi, antara lain restorasi terfokus, konservasi berbasis masyarakat, pengelolaan lanskap terpadu, mitigasi ancaman langsung.Serta investasi konservasi berskala besar, dengan Pulau Sumatera sebagai wilayah prioritas.Baca juga: Kisah Annisa, Anak Buruh Pabrik Jadi Lulusan Terbaik IPB UniversitySecara lengkap, dalam momen itu Prof Syartinilia memaparkan kajian proyeksi ekosistem Indonesia dalam perspektif antropogenik dan perubahan iklim.Kajian ini menyoroti dinamika kerentanan ekosistem nasional hingga tahun 2050 sebagai dasar perumusan prioritas aksi adaptasi perubahan iklim.Pendekatan yang digunakan dalam riset ini adalah pendekatan multiskala, mulai dari tingkat nasional hingga pulau.Pada skala nasional, tim peneliti melakukan analisis overlay antara keterpaparan iklim dan kualitas ekosistem terestrial yang diukur melalui indeks vegetasi. Dari dua variabel tersebut, disusun tingkat kerentanan lanskap dalam sembilan level.“Hasilnya menunjukkan bahwa secara nasional Indonesia masih didominasi oleh kerentanan rendah hingga sedang, meskipun terdapat wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi,” jelas dosen Fakultas Pertanian sekaligus Sekretaris Lembaga Riset Internasional Lingkungan dan Perubahan Iklim (LRI LPI) IPB University ini.


(prf/ega)

Berita Lainnya